Minta Penanganan Covid-19 Diperkuat, IDI: Mau Lockdown atau Apa Terserah Pemerintah

Kamis, 04 Februari 2021 - 21:07 WIB
loading...
Minta Penanganan Covid-19...
IDI meminta pemerintah memperkuat kebijakan penanganan Covid-19 dalam bentuk apa pun. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus Covid-19 di Tanah Air masih mengalami peningkatan. Dalam sehari, positif Covid-19 bertambah 11.434 kasus. Sehingga per 4 Februari 2021, total Covid-19 sebanyak 1.123.105 kasus. Sementara kasus aktif saat ini sebanyak 174.798 kasus.

Bahkan, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM ), penambahan kasus positif Covid-19 masih terus mengalami peningkatan. Meskipun kasus aktif cenderung lebih melandai.

Baca juga : Tim Ahli WHO Tak Abaikan Kemungkinan Virus Corona Bocor dari Lab Wuhan

“Penambahan kasus positif terus mengalami peningkatan tidak terkecuali pada dua minggu periode pelaksanaan PPKM. Namun, jika dilihat lebih jauh, peningkatan penambahan kasus positif mingguan yang terjadi selama PPKM lebih rendah dibandingkan dua minggu sebelumnya,” kata Wiku dalam Keterangan Pers terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 secara virtual, Kamis (4/2/2021).

(Baca:Update COVID-19: Positif 1.123.105 Orang, 917.306 Sembuh dan 31.001 Meninggal)

Menurut dia, peningkatan dua pekan pertama Januari sebelum pelaksanaan sebesar 27,5%. Sementara minggu kedua ketika PPKM telah dilaksanakan menjadi sebesar 9,5%. Namun, seharusnya PPKM baru bisa dikatakan berhasil apabila mampu menurunkan angka kasus positif mingguan.

Bahkan, kata Wiku, kepatuhan terhadap protokol kesehatan diantaranya memakai masker pada tingkat kabupaten/kota dalam pelaksanaan PPKM juga menurun. Jumlah kabupaten/kota ini menurun pada awal PPKM atau di minggu ketiga Januari, yaitu dari 263 kabupaten/kota menjadi 250 kabupaten/kota atau 5,2%.

Baca juga : 9 Peristiwa yang Akan Dialami Manusia Setelah Hari Kiamat

Wiku juga mengatakan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan di tingkat kabupaten/kota juga mengalami penurunan. Pada dua minggu pertama Januari, jumlah kabupaten/kota yang patuh menjaga jarak dan menghindari kerumunan meningkat dari 250 kabupaten/kota menjadi 258 kabupaten/kota atau naik 3,2%.

Baca juga : 3.000 Bulu Burung Dikorbankan untuk Rolls-Royce Edisi Spesial

Jumlah ini, kata Wiku, sempat mengalami penurunan menjadi 241 kabupaten/kota di pekan pertama PPKM dilakukan. Namun kemudian kembali meningkat bahkan lebih besar peningkatannya sebelum PPKM. Peningkatannya mencapai 15 kabupaten/kota atau 6,2%.

Dengan fakta-fakta ini, apakah lockdown akhir pekan yang diwacanakan sejumlah daerah di antaranya DKI Jakarta untuk menurunkan angka Covid-19 menjadi opsi?

(Baca:Jakarta Lockdown Akhir Pekan? Ini Jawaban Lugas Wagub DKI Riza Patria

“Kalau memang PPKM dinilai tak efektif, ya harus diperkuat. Tak cukup dengan yang sekarang. Mau itu PSBB, rem darurat, atau lockdown, terserah pemerintah. Segera lakukan penguatan,” ungkap Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban pada akun Twitter dikutip Kamis (4/2/2021).

Selain itu, Zubairi juga mengatakan bahwa yang penting dalam penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini adalah menjaga mobilitas atau perpindahan masyarakat. “Yang penting bagi Indonesia adalah menjaga dengan amat ketat perpindahan masyarakat. Itu yang krusial,” tegasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
IDI dan Organisasi Masyarakat...
IDI dan Organisasi Masyarakat Desak Pemerintah Perkuat Pengendalian Konsumsi Zat Adiktif
IDI Minta Menkes Perbaiki...
IDI Minta Menkes Perbaiki Komunikasi Publik Buntut Celetukan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menkes Sebut Pria dengan...
Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah, IDI: Terlalu Berlebihan
Marak Kasus Pelecehan...
Marak Kasus Pelecehan Seksual Dokter PPDS, IDI: Rumah Sakit Harus Ikut Bertanggung Jawab
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
7 Perguruan Tinggi Suarakan...
7 Perguruan Tinggi Suarakan Kolegium Dokter Indonesia Tak Diambil Alih Pemerintah
Situasi SMPN 8 Tangsel...
Situasi SMPN 8 Tangsel Pasca Puluhan Siswa Terjangkit Cacar Air dan Gondongan
Gawat! Puluhan Siswa...
Gawat! Puluhan Siswa dan Guru SD di Situbondo Terjangkit Cacar Air, Sekolah Lockdown
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Berita Terkini
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved