BKKBN Sebut Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:21 WIB
loading...
BKKBN Sebut Angka Kematian...
Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengatakan angka kematian ibu dan bayi (stunting) di Indonesia masih tinggi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ), Hasto Wardoyo mengatakan angka kematian ibu dan bayi ( stunting ) di Indonesia masih tinggi. Di Indonesia sendiri angka kematian ibu dari data tahun 2015 dari Susenas masih cukup tinggi dengan 305 atau 100.000 kelahiran hidup.

"Dan angka kematian bayi pada tahun 2017 sebesar 24 per 1.000 kelahiran hidup,” ungkap Hasto pada Webinar Implikasi Hasil Sensus Penduduk 2020 Terhadap Kebijakan Pembangunan Kependudukan, Kamis (4/2/2021). Baca juga: Tangani Stunting, Kemendagri akan Berbagi Data Kependudukan dengan BKKBN

Padahal, kata Hasto, kesehatan ibu dan anak menjadi sangat penting. “Kesehatan ibu dan anak termasuk ke dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga,” ucapnya.

Dan pada tahun 2030, kata Hasto, dunia mendorong tercapainya target penurunan angka kematian ibu harus di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. “Dan angka kematian bayi dan balita proporsi ditafsirkan turun hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup,” jelasnya.

Oleh karena itu, Hasto mengatakan perbaikan gizi untuk mencegah stunting mendesak untuk dilaksanakan. Terutama pada 1.000 hari kehidupan pertama. “Juga perbaikan gizi upaya perbaikan gizi dengan fokus pada pencegahan stunting. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi terutama dalam 1.000 hari kehidupan pertama yaitu mulai dari janin hingga balita atau baduta,” katanya.

Apalagi, kata Hasto, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yakni di angka 27,6%. Berdasarkan hasil survei status gizi balita Indonesia tahun 2019 angka stunting kita masih cukup tinggi sebesar 27,6%. Artinya dari 10 orang balita mendekati 3 di antaranya adalah stunting. Baca juga: Jokowi Akui Target Penurunan Stunting 14% Bukan Perkara Mudah

Presiden Joko Widodo, kata Hasto, telah menargetkan pada tahun 2024 angka stuntig harus turun 14%. “Oleh karena itu butuh usaha yang keras terlebih kepada target yang ditetapkan oleh Bapak Presiden, 14% di tahun 2024,” tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Potret Ayah Antar Sekolah...
Potret Ayah Antar Sekolah Hari Pertama di SLB Negeri 2 Lenteng Agung
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Pesona dan Kharisma...
Pesona dan Kharisma 7 Ibu Negara Tercantik di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved