Masalah Transisi Demokrasi Myanmar

Kamis, 04 Februari 2021 - 05:02 WIB
loading...
Masalah Transisi Demokrasi...
Asrudin Aswar (Foto: Istimewa)
A A A
Asrudin Azwar
Peneliti, Pendiri The Asrudian Center

KETIKA Aung San Suu Kyi dan partainya National League for Democracy (NLD) memenangi pemilihan umum pada 2015, rakyat Myanmar dan komunitas internasional menyambutnya dengan sukacita. Benteng militer di negara itu seakan telah dirobohkan dan rakyat Myanmar seperti sadar politik dan menolak otoriterisme melalui pemilu serta membawa negara itu menuju masa depan demokrasi yang solid.

Lima tahun kemudian, pada 2020, transisi menuju demokrasi di Myanmar semakin mendapatkan momentumnya. NLD kembali memenangi pemilu dengan selisih suara yang cukup signifikan. Menurut penghitungan resmi Komisi Pemilihan Myanmar (13/11/2020), NLD memenangkan 346 kursi di majelis rendah dan majelis tinggi parlemen, jauh di atas 322 kursi yang dibutuhkan untuk mengamankan mayoritas. Sementara itu, Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung militer, partai oposisi utama, memenangkan 25 kursi, dan Liga Kebangsaan Shan untuk Demokrasi, yang mewakili etnis minoritas Shan, hanya memperoleh 15 kursi.

Namun, kemenangan NLD malah memicu ketegangan antara pemerintah sipil dan junta militer. Hasil pemilu dituding curang oleh militer (Tatmadaw). Padahal sebelumnya, Komisi Pemilihan Myanmar telah menolak tuduhan manipulasi pemilih. Mereka menyebut, kesalahan seperti nama yang digandakan pada daftar pemilih, tak cukup untuk memengaruhi hasil pemungutan suara.

Akibat dari ketegangan politik ini berujung petaka, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh senior NLD ditangkap oleh militer dalam sebuah penggerebekan, Senin (1/2). Dengan modal politik kudeta itu, militer lalu mengumumkan keadaan darurat selama satu tahun untuk menjaga stabilitas negara. Kekuasaan kemudian diserahkan kepada pimpinan pasukan bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, untuk melaksanakan tugas sebagai presiden Myanmar.

Lantas, kita pun bertanya, apa yang salah dengan transisi demokrasi di Myanmar? Mengapa demokrasi yang sudah coba dibangun oleh negara anggota ASEAN selama satu dekade ini tidak juga bisa menjinakkan kiprah politik militer? Itu bisa terjadi karena Myanmar selama ini hanya menjalankan proses transisi demokrasi yang setengah-setengah. Georg Sørensen dari Universitas Aarhus, Denmark, menyebutnya sebagai demokrasi terbatas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
91 WNI Korban Sindikat...
91 WNI Korban Sindikat Online Scam Dipulangkan dari Myanmar
55 WNI Ditangkap di...
55 WNI Ditangkap di Markas Online Scam Myanmar Direpatriasi Bulan Depan
48 WNI Ditangkap Otoritas...
48 WNI Ditangkap Otoritas Myanmar Terkait Kasus Online Scam
Kamboja dan Myanmar...
Kamboja dan Myanmar Bukan Negara Penempatan PMI, Mukhtarudin: Kalau Ada Berangkat Itu Ilegal
KTT ASEAN, Prabowo Dorong...
KTT ASEAN, Prabowo Dorong Perdamaian Myanmar dan Redam Ketegangan Thailand-Kamboja
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Rekomendasi
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Goal Aksis dan Cipta...
Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Roket Milik Elon Musk...
Roket Milik Elon Musk Kembali Bikin Masalah bagi Penduduk Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved