Berikan Bantuan Kemanusiaan, Indonesia Jemput ABK WNI di Fiji

Sabtu, 16 Mei 2020 - 17:02 WIB
loading...
Berikan Bantuan Kemanusiaan, Indonesia Jemput ABK WNI di Fiji
pesawat Hercules tersebut juga digunakan untuk membawa pulang 39 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia. Foto/Faorick Pakpahan/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badai Siklon Harold yang sempat menerjang Fiji, memantik simpati dari Indonesia. Pascabencana tropis itu, Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara kepulauan yang terletak di selatan Samudra Pasifik itu.

Paket bantuan seberat 13 ton tersebut diserahkan oleh Benyamin Carnadi sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Fiji merangkap Kiribati, Nauru dan Tuvalu, kepada Menteri Pertahanan sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Fiji, Inia Seruiratu pada Jumat (15/5/2020).

(Baca juga: Update Kasus Corona 16 Mei 2020: 17.025 Positif, 3.911 Sembuh, dan 1.089 Meninggal)

Bantuan kemanusiaan itu terdiri dari tenda, makanan dan minuman dan diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU yang berangkat dari Indonesia pada Rabu 13 Mei lalu. Setelah penyerahan, bantuan disalurkan kepada masyarakat di Pulau Kadavu, Fiji.

"Kami turut bersedih atas apa yang dialami saudara-saudara kami di Fiji, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak oleh siklon Harold," ujar Benyamin yang dikutip SINDOnews dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Sabtu (16/5/2020).

Selain memberikan bantuan kemanusiaan, pesawat Hercules tersebut juga digunakan untuk membawa pulang 39 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang tertunda kepulangannya di Fiji.

Mereka tertahan karena pemerintah Fiji menutup bandaranya hingga akhir Mei 2020 demi menekan penyebaran wabah Covid-19 ke negara tersebut.

Benyamin mengungkapkan, bantuan kemanusiaan dan kepulangan para WNI tersebut merupakan komitmen pemerintah Indonesia dan bukti persahabatan yang erat dengan Fiji, termasuk dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2170 seconds (11.210#12.26)