Kapolri Dekati Ormas Islam, Diingatkan Masih Ada Persis sampai SI
Senin, 01 Februari 2021 - 07:32 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga diminta berkunjung ke ormas-ormas Islam lain. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Listyo Sigit Prabowo tancap setelah menjadi kapolri. Begitu dilantik Presiden Jokowi , Listyo Sigit rajin melakukan silahturahmi dengan ormas Islam di Tanah Air. Setelah NU dan Muhammadiyah , mantan kapolda Banten itu berkunjung ke markas Rabithah Alawiyyin.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai apa yang Lisyto Sigit sebagai kapolri sudah tepat. Kunjungan Listyo setidaknya bisa menurunkan ketegangan natara polisi dengan sebagian ormas Islam yang terjadi sebelumnya.
"Disamping itu, silaturahmi kapolri tepat untuk melakukan konsolidasi nasional dengan ormas islam khususnya dalam rangka mendapatkan dukungan atas visi misi ke depan yang dipangku sebagai seorang kapolri. Termasuk konsep presisinya," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (1/2/2021).
(Baca: Tak Pernah Terbayang Jadi Kapolri, Idham Azis: Mimpi Saya Cuma Jadi Kapolwil Kendari)
Meski demikian, Fadhli mengingatkan agar kapolri tidak hanya menggandeng ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah saja. Menurutnya, masih banyak ormas islam yang memiliki peran sentral dalam pembangunan bahkan telah berlangsung sejak era sebelum kemerdekaan.
Terlebih, gerakan ormas-ormas itu telah menyebar hingga ke saentero nusantara. Misalnya, Al-wasliyah, Al-Irsyad, Perti, Persis, Nahdotul Wathon, Matlaul Anwar, Sarikat Islam, hingga DDII.
"Kalau kapolri ingin total merangkul seluruh komponen ormas islam, tak perlu melihat besar atau kecilnya. Pro atau kontra, kritis atau tidak, banyak ormas islam yang sudah bergerak melakukan dakwah dan bimbingan masyarakat, bahkan perannya sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan," terangnya.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai apa yang Lisyto Sigit sebagai kapolri sudah tepat. Kunjungan Listyo setidaknya bisa menurunkan ketegangan natara polisi dengan sebagian ormas Islam yang terjadi sebelumnya.
"Disamping itu, silaturahmi kapolri tepat untuk melakukan konsolidasi nasional dengan ormas islam khususnya dalam rangka mendapatkan dukungan atas visi misi ke depan yang dipangku sebagai seorang kapolri. Termasuk konsep presisinya," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (1/2/2021).
(Baca: Tak Pernah Terbayang Jadi Kapolri, Idham Azis: Mimpi Saya Cuma Jadi Kapolwil Kendari)
Meski demikian, Fadhli mengingatkan agar kapolri tidak hanya menggandeng ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah saja. Menurutnya, masih banyak ormas islam yang memiliki peran sentral dalam pembangunan bahkan telah berlangsung sejak era sebelum kemerdekaan.
Terlebih, gerakan ormas-ormas itu telah menyebar hingga ke saentero nusantara. Misalnya, Al-wasliyah, Al-Irsyad, Perti, Persis, Nahdotul Wathon, Matlaul Anwar, Sarikat Islam, hingga DDII.
"Kalau kapolri ingin total merangkul seluruh komponen ormas islam, tak perlu melihat besar atau kecilnya. Pro atau kontra, kritis atau tidak, banyak ormas islam yang sudah bergerak melakukan dakwah dan bimbingan masyarakat, bahkan perannya sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan," terangnya.
Lihat Juga :