Harlah ke-95 NU, Gus Ipin Sebut Banser itu Banteng Serbaguna
Senin, 01 Februari 2021 - 04:05 WIB
loading...
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Gus Ipin. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin hadir sebagai salah satu narasumber dalam perayaan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) yang dilaksanakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara virtual, Minggu 31 Januari 2021. Pria yang akrab disapa Gus Ipin ini merupakan kepala daerah PDIP yang juga kader NU.
Dalam dialog yang dipandu Gus Miftah, Gus Ipin pun ditanya mengenai dirinya yang mengenakan jaket Banser. Gus Ipin pun tak sungkan-sungkan menjawab secara lugas.
“Banser itu ada artinya, banteng serbaguna. Jadi kita menjaga NKRI siap, menjaga ulama siap," canda Gus Ipin disertai gelak tawa. Baca juga: Aktivitas Abu Janda Tak Wakili NU, GP Ansor maupun Banser
Bagaimana awal mula ia memilih berkarir politik di PDI Perjuangan?
Gus Ipin bercerita, sedari awal ingin masuk ke politik ia izin terlebih dahulu ke ayahnya yang merupakan kader salah satu partai politik, ayahnya pun mengizinkan. Lalu, ia meminta pertimbangan dengan para alim ulama di Trenggalek yang mendukungnya, lalu ada satu pesan yang dititipkan.
"Saya bertanya ke kiai yang mendukung saya waktu itu, katanya saya harus melihat sejarah, kalau anak muda ini jas merah jangan sesekali meninggalkan sejarah kalau kata kiai Jas hijau jangan sesekali meninggalkan jasa ulama," kata Gus Ipin, Minggu 31 Januari 2021.
Dengan pesan itu ia menimang, bahwa fakta sejarah sudah jelas, NU dan Partai Nasional Indonesia (PNI), tak bisa dilepaskan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Baca juga: Bencana Alam Terjang Sejumlah Wilayah, Banser Terjunkan Ribuan Anggot
Dalam dialog yang dipandu Gus Miftah, Gus Ipin pun ditanya mengenai dirinya yang mengenakan jaket Banser. Gus Ipin pun tak sungkan-sungkan menjawab secara lugas.
“Banser itu ada artinya, banteng serbaguna. Jadi kita menjaga NKRI siap, menjaga ulama siap," canda Gus Ipin disertai gelak tawa. Baca juga: Aktivitas Abu Janda Tak Wakili NU, GP Ansor maupun Banser
Bagaimana awal mula ia memilih berkarir politik di PDI Perjuangan?
Gus Ipin bercerita, sedari awal ingin masuk ke politik ia izin terlebih dahulu ke ayahnya yang merupakan kader salah satu partai politik, ayahnya pun mengizinkan. Lalu, ia meminta pertimbangan dengan para alim ulama di Trenggalek yang mendukungnya, lalu ada satu pesan yang dititipkan.
"Saya bertanya ke kiai yang mendukung saya waktu itu, katanya saya harus melihat sejarah, kalau anak muda ini jas merah jangan sesekali meninggalkan sejarah kalau kata kiai Jas hijau jangan sesekali meninggalkan jasa ulama," kata Gus Ipin, Minggu 31 Januari 2021.
Dengan pesan itu ia menimang, bahwa fakta sejarah sudah jelas, NU dan Partai Nasional Indonesia (PNI), tak bisa dilepaskan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Baca juga: Bencana Alam Terjang Sejumlah Wilayah, Banser Terjunkan Ribuan Anggot
Lihat Juga :