11 Bulan Pandemi, RS Isolasi Belum Ada Solusi

Senin, 01 Februari 2021 - 05:36 WIB
loading...
A A A
KORAN SINDO, kemarin melihat keterisian kamar di beberapa RS rujukan Covid-19 melalui aplikasi Siranap RS. Misal di RS Fatmawati Jakarta, ruang isolasi tanpa tekanan negatif tersisa 5 dari 46 kamar yang dimiliki. Ruang isolasi tekanan negatif hanya tersisa 1 dari 57 kamar yang ada. Kemudian, RS Persahabatan Jakarta masih ada 37 ruang isolasi tekanan negatif. RS di kawasan Rawamangun ini memiliki 198 ruang isolasi bertekanan negatif. Di RS Sulianti Saroso masih ada 9 ruang isolasi tanpa tekanan negatif, 9 ruang tekanan negatif, dan ICU tekanan negatif dengan ventilator 2 ruang. Namun, ICU tekanan negatif tanpa ventilatornya penuh.

Trubus menerangkan alasan di balik Siranap tidak berjalan efektif. Dia menduga RS kerap menutupi kamar kosong. Kemenkes harus mengawasi dugaan praktik ini. Dosen Universitas Trisakti itu menyatakan penanganan yang efektif saat ini adalah mengarahkan pasien Covid-19, khususnya, yang OTG hingga gejala ringan di tempat isolasi mandiri, baik di hotel maupun di pusat karantina yang disediakan pemerintah. “Tiap RT juga bisa menyediakan tempat isolasi mandiri,” terang dia.

Pakar kesehatan Hermawan Saputra meminta pemerintah tidak sekadar fokus pada program vaksinasi. Dia mengingatkan kondisi yang harus diprioritaskan pemerintah adalah menangani kedaruratan kapasitas layanan kesehatan untuk menangani pasien.

“Sekarang ini kedaruratan kapasitas layanan. Kita harus menambah fasilitas seperti fasilitas rawat inap, ruang isolasi di rumah sakit, dan fasilitas isolasi mandiri. Yang lebih tragis lagi menyebabkan kematian tinggi ini karena (pemakaian) ruang ICU,” ujarnya.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) itu menilai pemerintah perlu merekomendasikan kepada seluruh RS, termasuk yang bukan rujukan Covid-19, untuk memanfaatkan penggunaan ruang ICU bagi penanganan Covid-19. Namun, harus ada alur dan protokol tersendiri dibandingkan bagi pasien umum.

“Kalau pasien Covid sudah stabil, dia bisa dirawat di rumah sakit lain. Itu prinsipnya, karena berkaitan dengan life saving. Apalagi kasus kematian (mortality) kita tinggi karena tidak tertangani,” terang dia.

Hermawan juga menyarankan Kementerian Kesehatan bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bersama organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengevaluasi clinical effectiveness. Sebab, banyak pasien Covid-19 yang ditengarai menjalani perawatan melebihi 14 hari.

“Kalau merawat lebih dari itu ada dua kemungkinan yaitu proses terapinya yang tidak tepat atau memang ada standar DPJP yang belum memulangkan pasien untuk alasan tertentu,” jelas dia.

Dia juga menilai pemerintah daerah perlu menguatkan sistem informasi kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, kesehatan merupakan bagian dari desentralisasi yang harus ditangani pemerintah daerah. Dinas kesehatan daerah dapat meningkatkan sistem informasi seperti Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHEX 2026 di Tangerang...
IHEX 2026 di Tangerang Dorong Sertifikasi Rumah Sakit Syariah yang Inklusif
RI Kecam Israel Kibarkan...
RI Kecam Israel Kibarkan Spanduk Rising Lion di Reruntuhan RS Indonesia di Gaza
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Legislator PKS Tegaskan...
Legislator PKS Tegaskan Pelarangan Penggunaan Jilbab Pegawai Rumah Sakit Langgar HAM
RSPPN Panglima Besar...
RSPPN Panglima Besar Soedirman Hadirkan Inovasi Terapi Stem Cell Berbasis C-Arm
Mensos: 106 Ribu PBI...
Mensos: 106 Ribu PBI BPJS Kesehatan Aktif Lagi, Layanan Pasien Jantung-Gagal Ginjal Aman
Kisah Penipu Paling...
Kisah Penipu Paling Setia: Palsukan Slip Pembayaran RS hingga 4 Tahun demi Selamatkan Nyawa Istri
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
Satu Tahun Invasi Rusia...
Satu Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Belum Ada Tanda Akan Damai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved