Cuitannya Jadi Bola Panas, Permadi Arya alias Abu Janda Minta Maaf
Sabtu, 30 Januari 2021 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya bikin video ini buat kiai-kiai, buat gus-gus, buat ustaz-ustaz, dan semua warga NU yang saya cintai. Nama saya Permadi Arya alias Abu Janda saya warga NU kultural, juga kader organisasi banom NU. Izinkan saya, yai, gus, ustaz, untuk menjelaskan kesalahpahaman tulisan saya di Twitter," katanya dalam video yang dikutip, Sabtu (30/1/2020).
Baca juga : Kisah Idham Azis yang Ngefans Berat Iwan Fals dan Ebit G Ade
Menurut Abu Janda, komentarnya di media sosial telah dipotong dan sengaja diviralkan. Menurutnya, cuitan itu bukan pernyataan yang berdiri sendiri, tapi membalas tweet Ustaz Tengku Zulkarnaen.
"Itu adalah cuitan jawaban saya kepada ustaz Tengku Zulkarnaen, yang sedang provokasi SARA mengatakan, minoritas di Indonesia itu arogan ke mayoritas," kata Abu Janda sambil menunjukkan tangkapan layar cuitan yang dimaksud.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Minta Keadilan Ditegakkan dalam Kasus SARA Abu Janda
Selain itu, kata Abu Janda, sebagai seorang muslim, cuitannya itu merupakan otokritik terhadap kondisi internal Islam saat ini. Abu Janda mengatakan, Islam yang dimaksud adalah Islam Transnasional, seperti wahabi dan salafi yang berasal dari Arab Saudi dan arogan terhadap budaya lokal, bukan Islam Nusantara seperti NU dan Muhammadiyah.
Baca juga : Kisah Idham Azis yang Ngefans Berat Iwan Fals dan Ebit G Ade
Menurut Abu Janda, komentarnya di media sosial telah dipotong dan sengaja diviralkan. Menurutnya, cuitan itu bukan pernyataan yang berdiri sendiri, tapi membalas tweet Ustaz Tengku Zulkarnaen.
"Itu adalah cuitan jawaban saya kepada ustaz Tengku Zulkarnaen, yang sedang provokasi SARA mengatakan, minoritas di Indonesia itu arogan ke mayoritas," kata Abu Janda sambil menunjukkan tangkapan layar cuitan yang dimaksud.
Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Minta Keadilan Ditegakkan dalam Kasus SARA Abu Janda
Selain itu, kata Abu Janda, sebagai seorang muslim, cuitannya itu merupakan otokritik terhadap kondisi internal Islam saat ini. Abu Janda mengatakan, Islam yang dimaksud adalah Islam Transnasional, seperti wahabi dan salafi yang berasal dari Arab Saudi dan arogan terhadap budaya lokal, bukan Islam Nusantara seperti NU dan Muhammadiyah.
Lihat Juga :