Di Hadapan Menteri Trenggono, Anggota Komisi IV DPR Sindir Susi Pudjiastuti

Kamis, 28 Januari 2021 - 08:30 WIB
loading...
Di Hadapan Menteri Trenggono,...
Komisi IV DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Rabu 27 Januari 2021. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro mengingatkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono untuk memperbaiki kinerja dan kebijakan kementeriannya.

Hal itu disampaikan Darori saat rapat kerja dengan Trenggono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 27 Januari 2021. Dalam rapat tersebut, Darori juga sempat menyindirmantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Salah satunya, dia mencontohkan ada menteri yang bangga yang bisa mengembalikan uang negara triliunan rupiah. Sekadar informasi, itu pernah disampaikan Susi saat menyampaikan berhasil menekan anggaran untuk biaya program dan operasional kementeriannya pada tahun 2019.

"Menteri KKP yang lalu bangga mengembalikan uang. Anggaran kementerian dulu di atas Rp12 triliun, dikembalikan. Bangga mengembalikan. Yang anehnya lagi, pelaksanaannya pun disclaimer dua tahun berturut-turut, hampir tiga tahun. Artinya fisiknya enggak nampak, uangnya habis, dan ini temuan BPK. Saya enggak tahu apa sudah ditindak-lanjuti, saya enggak sebut, karena MAKI sudah menanyakan ke KPK," kata Darori di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 27 Januari 2021.

Baca juga: Wismoyo Arismunandar, Tokoh Militer yang Disegani dengan Segudang Prestasi Gemilang

Darori juga menilai pengelolaan kelembagaan sumber daya manusia atau ASN di daerah masih menjadi pekerjaan rumah. Bahkan, memiliki UPT yang sedikit. Alhasil KKP di pusat hanya mengelola keuangan tapi tidak mengetahui kondisi di lapangan.

"Menteri KKP enggak ada yang berhasil Pak. Yang kemarin, katanya cantrang, lobster, penenggelaman kapal, tapi dibalik itu banyak (yang mesti dilakukan-red)," tuturnya.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Kritik Menteri KKP: Percuma Kalau Tak Ditenggelamkan

Berkaitan dengan lobster, kata dia, masih ada penyelendupan masih terjadi. "Karena di Pantai Timur, di Sumatera tidak ada yang awasi. Bapak (Kementerian KKP-red) terbatas orangnya," tutur Darori.

Dia juga menyoroti masih banyaknya nelayan yang masih miskin. Bahkan, menyindir kembali mantan menteri terkait lobster.

"Sudah enggak kasih bibit ikan di laut, tidak kasih makan, kok miskin. Ini yang untung eksportirnya. Contoh mantan menteri mengatakan, lobster yang segede termos saya ini di China laku Rp5 juta. Ok ongkos Rp1 juta, jadi untungnya Rp 4 juta. Kalau di Kehutanan, Pak, harga kayu dalam negeri 100 dolar, dijual ke China 200 dolar, pengusaha mau bayar 5 persen dari keuntungan kepada negara. Kalau ini lobster berapa itu Pak? Tarifnya harus diubah Pak," tutur Darori.

"Jadi yang sebesar termos, Lobsternya harus diubah. Misalnya, 5 persennya untuk negara. Harusnya begitu Pak usul saya," sambung mantan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan ini

Menurut dia, KKP ini potensial. Tapi PNBP masih kecil serta nelayannya masih banyak yang miskin. "Padahal tujuan kita mau menyejahterakan rakyat," ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Telepon dan...
Prabowo Telepon dan Tanya Kondisi Menteri KKP Trenggono yang Sempat Pingsan
Soal Pagar Laut, Anggota...
Soal Pagar Laut, Anggota Komisi IV DPR Tak Melihat Semangat Penegakan Hukum dari Menteri KKP
Dengan Tenangnya, Menteri...
Dengan Tenangnya, Menteri Trenggono Akui Sudah Punya Petunjuk soal Pemilik Pagar Laut Misterius
Menteri KKP Investigasi...
Menteri KKP Investigasi Pembangunan Pagar Laut di Tangerang dan Bekasi, Apa Hasilnya?
Titiek Soeharto Panggil...
Titiek Soeharto Panggil Menteri Trenggono soal Pagar Laut
Tak Boleh Ada Sertifikat...
Tak Boleh Ada Sertifikat Pagar Laut, Menteri KKP: Jelas Ilegal!
Susi Pudjiastuti Ditunjuk...
Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komut Independen bank bjb
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Menteri Trenggono Lempar...
Menteri Trenggono Lempar Senyuman usai Sentil Purbaya soal Anggaran Pembuatan Kapal
Rekomendasi
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
Berita Terkini
Komjak Janji Awasi Jaksa...
Komjak Janji Awasi Jaksa yang Tangani Kasus Febrie Adriansyah
Semarak Harlah PKB,...
Semarak Harlah PKB, Panji Bangsa Harap Perkokoh Nilai Kebangsaan Generasi Muda
PUI Apresiasi Komitmen...
PUI Apresiasi Komitmen Prabowo Perkuat Pemberantasan Korupsi
Mantan Pimpinan KPK:...
Mantan Pimpinan KPK: Febrie Adriansyah dan Keluarga Harus Dapat Perlindungan Tingkat Tinggi
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Anggota BPK Bobby Rizaldi...
Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar soal Pengaturan Status Opini WTP Pemkab Muara Enim
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved