Refly Harun: Ungkap Korupsi seperti Tabrak Tembok Tinggi Tebal, Bisa Terpental
Kamis, 28 Januari 2021 - 06:03 WIB
loading...
Refly Harun mengungkapkan keterlibatan punggawa istana dan kekuasaan merupakan persoalan terbesar pemberantasan korupsi di Indonesia. Foto/youtube
A
A
A
JAKARTA - Mengapa korupsi di Indonesia susah diberantas? Pertanyaan ini kerap muncul dalam benak banyak orang, secara sadar atau tidak sadar, akibat akutnya praktik korupsi di Tanah Air. Setelah dua menteri Presiden Jokowi ”diboyong” ke tahanan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut sedang membidik Kementerian Sekretariat Negara.
Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Mengecewakan
Seperti diberitakan, Selasa (26/1/2021) KPK memeriksa Kepala Biro Umum Kemensetneg Piping Supriatna. Dia diperiksa bersama mantan Sekretaris Kemensetneg Taufik Sukasah sebagai saksi kasus korupsi proyek servis pesawat PT Dirgantara Indonesia untuk berkas tersangka Budiman Saleh. Sementara Mantan Kepala Biro Umum Kemensetneg Indra Iskandar meminta waktu pemeriksaan Jumat (29/1/2021) besok.
(Baca: Tanggapi Cuitan Eva Sundari, Politikus PKS: Jangan Alihkan Isu Korupsi Bansos)
Pengamat hukum dan politik Refly Harun tidak terlalu heran dengan sulitnya korupsi diberantas. Dalam pengamatannya korupsi hampir selalu melibatkan jangkar-jangkar kekuasaan. Bedanya, masa Orde Lama korupsinya gila-gilaan sehingga pejabat yang korupsi langsung ketahuan.
Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Mahfud MD: Mengecewakan
Seperti diberitakan, Selasa (26/1/2021) KPK memeriksa Kepala Biro Umum Kemensetneg Piping Supriatna. Dia diperiksa bersama mantan Sekretaris Kemensetneg Taufik Sukasah sebagai saksi kasus korupsi proyek servis pesawat PT Dirgantara Indonesia untuk berkas tersangka Budiman Saleh. Sementara Mantan Kepala Biro Umum Kemensetneg Indra Iskandar meminta waktu pemeriksaan Jumat (29/1/2021) besok.
(Baca: Tanggapi Cuitan Eva Sundari, Politikus PKS: Jangan Alihkan Isu Korupsi Bansos)
Pengamat hukum dan politik Refly Harun tidak terlalu heran dengan sulitnya korupsi diberantas. Dalam pengamatannya korupsi hampir selalu melibatkan jangkar-jangkar kekuasaan. Bedanya, masa Orde Lama korupsinya gila-gilaan sehingga pejabat yang korupsi langsung ketahuan.
Lihat Juga :