Menlu: Indonesia Akan Dapat Vaksin Gratis untuk 3-20% Penduduk
Selasa, 26 Januari 2021 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
“Jenis vaksin, besaran vaksin dan waktu delivery saat ini masih akan terus dibahas di Jenewa melalui Join Alocation Task Force yang akan melakukan pertemuan jelang akhir Januari ini,” terang Retno.
Selain itu, Retno juga melaporkan bahwa dirinya baru saja terpilih menjadi salah satu Co-chairs Covax AMC Engagement Group, yaitu forum konsultasi yang mempertemukan negara donor dan AMC-92 guna membahas isu akses vaksin yang setara bagi semua negara. Dan Indonesia terpilih dengan suara terbanyak, yaitu 41% dari total suara masuk di negara-negara AMC-92. Baca juga: Menlu Sebut 692 ABK Alami Permasalahan di Kapal China Sepanjang 2020
“Terdapat tiga co-chairs, yaitu Kanada mewakili negara donor, kemudian mewakili negara AMC-92 adalah Indonesia dan Ethiopia. Yang menarik, kami bertiga semuanya adalah perempuan sebagai co-chairs,” imbuhnya.
Retno menambahkan kondisi di lapangan terkait pengadaan vaksin masih sangat tinggi. Sehingga, pihaknya akan terus memantau semua dinamika yang terjadi di lapangan dan memastikan Indonesia mendapatkan jumlah vaksin yang mencukupi.
“Untuk kepentingan domestik, kebutuhan masyarakat Indonesia di dalam negeri, jika upaya mengamankan pasokan vaksin baik melalui jalur bilateral maupun multilateral berjalan lancar, insya Allah jumlah yang diperoleh akan mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia,” tutupnya.
Selain itu, Retno juga melaporkan bahwa dirinya baru saja terpilih menjadi salah satu Co-chairs Covax AMC Engagement Group, yaitu forum konsultasi yang mempertemukan negara donor dan AMC-92 guna membahas isu akses vaksin yang setara bagi semua negara. Dan Indonesia terpilih dengan suara terbanyak, yaitu 41% dari total suara masuk di negara-negara AMC-92. Baca juga: Menlu Sebut 692 ABK Alami Permasalahan di Kapal China Sepanjang 2020
“Terdapat tiga co-chairs, yaitu Kanada mewakili negara donor, kemudian mewakili negara AMC-92 adalah Indonesia dan Ethiopia. Yang menarik, kami bertiga semuanya adalah perempuan sebagai co-chairs,” imbuhnya.
Retno menambahkan kondisi di lapangan terkait pengadaan vaksin masih sangat tinggi. Sehingga, pihaknya akan terus memantau semua dinamika yang terjadi di lapangan dan memastikan Indonesia mendapatkan jumlah vaksin yang mencukupi.
“Untuk kepentingan domestik, kebutuhan masyarakat Indonesia di dalam negeri, jika upaya mengamankan pasokan vaksin baik melalui jalur bilateral maupun multilateral berjalan lancar, insya Allah jumlah yang diperoleh akan mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia,” tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :