Tenaga Pengajar Layak Prioritas Vaksin Covid-19

Senin, 25 Januari 2021 - 21:01 WIB
loading...
A A A
(Baca juga: Soal Vaksinasi Covid-19, Sahroni Usul Anggota TNI-Polri Didahulukan )

Dia kemudian menandaskan, pandemi dan pelaksanaan PJJ telah membuka mata masyarakat Indonesia, pendidikan sebagian hanya bisa diakses oleh kalangan ekonomi menengah-atas. Masyarakat kelas bawah tertatih untuk mengikuti pendidikan yang dilakukan secara daring. Namun, dia mengembalikan kepada ahli penanganan penyakit menular dalam menentukan siapa dan daerah mana yang harus divaksinasi terlebih dahulu.

Dicky Budiman mendorong program vaksinasi terus dipercepat. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi kelompok prioritas lainnya seperti tenaga pendidikan atau guru. Khususnya, bagi para guru di sekolah-sekolah yang bakal membuka kegiatan belajar tatap muka.

"Perlu diprioritaskan gurunya untuk divaksin. Tapi perlu dipahami juga kalau vaksin ini belum ada jaminan bisa memproteksi dari potensi penularan. Jadi, masih bisa guru menularkan virus ke siswanya," terang dia.

Dia lantas mengingatkan pemerintah tentang perlunya strategi public health yang komprehensif dan dikaji dengan cermat, memperhitungkan ketersediaan dari sisi suplai vaksin, termasuk plus minusnya. Sebab, setiap vaksin itu ada kelebihan dan kekurangannya. "Strategi cermat itu tidak hanya sekadar mencakup program vaksinasi saja. Tetapi juga meliputi pengendalian pandemi," imbuhnya.

Sejauh ini, ia melihat belum ada strategi yang komprehensif dan terintegrasi yang bisa menjadi rujukan bagi semua pihak. Termasuk program vaksinasi bagi kelompok prioritas dan pembukaan kegiatan sekolah tatap muka.

"Itu yang harus kita miliki sehingga tidak ada lagi wacana mendadak. Karena kalau (strategi) mendadak itu biasanya tidak matang. Semua itu harus terukur, punya kriteria, sebelum jadi bagian program. Termasuk kebijakan pembukaan sekolah," ucapnya.

Terlepas dari program vaksinasi, Dicky menilai upaya yang harus diutamakan tetap pada pengendalian pandemi. Khususnya, berpegang pada test positivity rate (TPR) yang harus sesuai target. Langkah itu dilakukan di daerah-daerah yang berencana buka kegiatan sekolah tatap muka.

"Boleh dibuka, tapi tetap acuannya pada test positivity rate. Makanya tingkatkan deteksi dininya, tracing, isolasi karantina. Program vaksinasi tetap sembari berjalan," pesan dia.

Seperti diketahui, pelaksanaan PJJ menimbulkan persoalan baru bagi pendidikan tanah air. Bahkan dikhawatirkan, tidak maksimalnya sistem pelajar mengajar akan menimbulkan terjadinya lost generation.

Tidak maksimalnya PJJ diakui Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumeri. Menurut dia, berdasarkan hasil evaluasi, PJJ banyak sekali keterbatasan, yang salah satu indikasinya berdampak pada nilai akademis siswa.

"Mulai dari tracing guru, murid, kemudian pengawasan dan itu ternyata kita tidak bisa sendiri. Selama 10 bulan, secara akademis tentu ada penurunan hasil belajar siswa, karena bagaimanapun guru-guru kita, memberikan materi tentu total materinya jauh dibawah situasi normal ketika anak-anak itu belajar tatap muka," kata Jumeri, dalam Talkshow MNC Trijaya Network yang disiarkan secara daring di kanal YouTube MNCTrijaya (23/01).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Nadiem Sebut Kesaksian...
Nadiem Sebut Kesaksian Para Guru Bukti Chromebook Tak Merugikan Negara
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Anggota Baleg DPR Usul...
Anggota Baleg DPR Usul Dana Pensiun Pejabat Dialihkan untuk Tenaga Kesehatan dan Guru
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Seruan Papua Connection:...
Seruan Papua Connection: Lindungi Guru dan Nakes, Hentikan Kekerasan di Tanah Papua
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Dibuka hingga 13 Juli,...
Dibuka hingga 13 Juli, Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad 2026
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Rekomendasi
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved