Blusukan ala Risma Sudah Terbukti Ampuh, Jokowi Contohnya
Minggu, 24 Januari 2021 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Dituding Pencitraan lewat Aksi Blusukan, Risma: Sumpah Nggak Ada Niat Itu)
Tetapi di sisi lain, kata Arif, blusukan Risma akan mudah dituduh sebagai pencitraan untuk mengerek elektabilitas. Dan faktanya, blusukan telah membuahkan hasil politik. Dari Kota Solo, model blusukan Jokowi telah mengantarkannya menjadi presiden, bahkan sampai dua periode.
"Blusukan terbukti ampuh dan efektif digunakan mendongkrak elektabilitas sebagaimana Pak Jokowi menjabat gubernur DKI maupun wali Kota Solo. Karena itu, bagi para pengkritiknya, blusukan Bu Risma dianggap sebagai kepentingan politik praktis belaka," pungkasnya.
(Baca: Demokrat Bantu Korban Banjir Berkaus Jokowi, Politikus PKS: Keren....)
Sementara itu, politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menilai mereka yang nyinyir terhadap kinerja Risma telah kehilangan ide untuk mengkritik. Mereka yang dituding Hugo di antaranya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf dan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid.
Tetapi di sisi lain, kata Arif, blusukan Risma akan mudah dituduh sebagai pencitraan untuk mengerek elektabilitas. Dan faktanya, blusukan telah membuahkan hasil politik. Dari Kota Solo, model blusukan Jokowi telah mengantarkannya menjadi presiden, bahkan sampai dua periode.
"Blusukan terbukti ampuh dan efektif digunakan mendongkrak elektabilitas sebagaimana Pak Jokowi menjabat gubernur DKI maupun wali Kota Solo. Karena itu, bagi para pengkritiknya, blusukan Bu Risma dianggap sebagai kepentingan politik praktis belaka," pungkasnya.
(Baca: Demokrat Bantu Korban Banjir Berkaus Jokowi, Politikus PKS: Keren....)
Sementara itu, politikus PDIP Andreas Hugo Pareira menilai mereka yang nyinyir terhadap kinerja Risma telah kehilangan ide untuk mengkritik. Mereka yang dituding Hugo di antaranya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf dan Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid.
Lihat Juga :