Mencegah Munculnya Zona Merah, Melalui Kelurahan Siaga
Minggu, 24 Januari 2021 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi di Provinsi Riau yang mulai stabil ini, jangan sampai membuat masayarakat dan pemangku kepentingan yang lain menjadi lengah. Sebab pandemi belum berkahir. Program Vaksinasi juga baru bergulir. Sehingga ancaman dari virus yang mematikan ini tidak bisa diabaikan. Displin dan patuh terhadap protokol Kesehatan, harus terus dijaga.
Baca Juga: Dokter Tirta Puji Menkes: Jarang Pejabat Akui Kesalahan Sistem, Good Pak...
Pandemi ini memang telah mempengaruhi hampir semua sendi kehidupan. Kehadiran Covid-19 memang telah menimbulkan dampak negatif, tidak hanya untuk sektor Kesehatan, namun juga Pendidikan, Ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat lainnya.
Untuk menanggulanginya memang tidak bisa hanya bertumpu pada peemrintah saja. Semua elemen masyarakat harus bisa bekerjasama bahu membahu dalam kondisi perang melawan pandemi ini. – Kesadartahuan dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam menekan penyebaran COVID-19
Di saat seperti ini, kontribusi sektor swasta diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menanagani pandemi ini. Hal itu seperti yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) yang mendorong pemberdayaan Tim Pokja Kelurahan Siaga COVID-19 di tiga kecamatan di Pekanbaru dan Bengkalis, Provinsi Riau.
Langkah proaktif seperti yang dilakukan PT CPI ini dapat mendukung pemerintah dalam peningkatan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan baru yang lebih sehat.
Gerakan 4M
Sebanyak 24 Tim Pokja Kelurahan Siaga COVID-19 di Pekanbaru dikukuhkan langsung oleh Wali kota Pekanbaru H. Firdaus, pekan lalu (21/1/2021). Pokja-pokja itu merupakan perwakilan dari beberapa di wilayah Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir.
Setiap Pokja beranggotakan sekitar 15 orang yang mewakili unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, kader kesehatan, pengurus RT/RW, guru, PKK, dan Babinkamtibmas. Dalam pelaksanaan program ini, PT CPI menggandeng Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) sebagai mitra pelaksana.
Baca Juga: Dokter Tirta Puji Menkes: Jarang Pejabat Akui Kesalahan Sistem, Good Pak...
Pandemi ini memang telah mempengaruhi hampir semua sendi kehidupan. Kehadiran Covid-19 memang telah menimbulkan dampak negatif, tidak hanya untuk sektor Kesehatan, namun juga Pendidikan, Ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat lainnya.
Untuk menanggulanginya memang tidak bisa hanya bertumpu pada peemrintah saja. Semua elemen masyarakat harus bisa bekerjasama bahu membahu dalam kondisi perang melawan pandemi ini. – Kesadartahuan dan peran aktif masyarakat sangat penting dalam menekan penyebaran COVID-19
Di saat seperti ini, kontribusi sektor swasta diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menanagani pandemi ini. Hal itu seperti yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) yang mendorong pemberdayaan Tim Pokja Kelurahan Siaga COVID-19 di tiga kecamatan di Pekanbaru dan Bengkalis, Provinsi Riau.
Langkah proaktif seperti yang dilakukan PT CPI ini dapat mendukung pemerintah dalam peningkatan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan baru yang lebih sehat.
Gerakan 4M
Sebanyak 24 Tim Pokja Kelurahan Siaga COVID-19 di Pekanbaru dikukuhkan langsung oleh Wali kota Pekanbaru H. Firdaus, pekan lalu (21/1/2021). Pokja-pokja itu merupakan perwakilan dari beberapa di wilayah Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir.
Setiap Pokja beranggotakan sekitar 15 orang yang mewakili unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, kader kesehatan, pengurus RT/RW, guru, PKK, dan Babinkamtibmas. Dalam pelaksanaan program ini, PT CPI menggandeng Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) sebagai mitra pelaksana.
Lihat Juga :