Menelisik 'Panggung Belakang' Risma yang Dinilai Bikin Gerah Elit Politik
Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
HNW dan elit lain yang kritis ke Risma disebutnya juga bukan orang yang tidak mengerti pentingnya seorang pemimpin melakukan dialog dengan rakyat secara langsung dan berbicara dari hati ke hati untuk melihat dan merasakan penderitaan rakyat. Menurutnya, para politisi tersebut tentu sudah paham bahwa untuk menyelesaikan masalah tidak cukup dengan bekerja di belakang meja dan mengandalkan visi misi dan konsep di atas kertas.
"Semestinya, mereka juga sudah memahami, bahwa di dalam struktur sosial masyarakat Indonesia membutuhkan patron, yaitu pemimpin yang melindungi dan mengayomi," katanya.
Oleh sebab itu, Alumni Universitas Budi Luhur dan mantan aktivis 98 ini juga menilai, seyogyanya cara yang ditempuh Risma bisa dilakukan pemimpin lain, meski dalam spektrum dan cara yang berbeda.
Karena persoalan sesungguhnya bukan karena kepemimpinan yang dekat dengan rakyat untuk mengetahui dan memahami persoalan di akar rumput (grassroots), melainkan karena adanya hasrat dan libido kekuasaan dalam kontestasi politik elektoral juga harus menjadi spektrum lain.
"Semestinya, mereka juga sudah memahami, bahwa di dalam struktur sosial masyarakat Indonesia membutuhkan patron, yaitu pemimpin yang melindungi dan mengayomi," katanya.
Oleh sebab itu, Alumni Universitas Budi Luhur dan mantan aktivis 98 ini juga menilai, seyogyanya cara yang ditempuh Risma bisa dilakukan pemimpin lain, meski dalam spektrum dan cara yang berbeda.
Karena persoalan sesungguhnya bukan karena kepemimpinan yang dekat dengan rakyat untuk mengetahui dan memahami persoalan di akar rumput (grassroots), melainkan karena adanya hasrat dan libido kekuasaan dalam kontestasi politik elektoral juga harus menjadi spektrum lain.
(abd)
Lihat Juga :