KontraS: Pemolisian Masyarakat Berpotensi Membungkam Kelompok Tertentu

Jum'at, 22 Januari 2021 - 08:23 WIB
loading...
KontraS: Pemolisian...
Peneliti KontraS, Rivanlee Anandar menilai Pemolisian Masyarakat (Polmas) berpotensi membungkam individu atau kelompok tertentu. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme terus mendapatkan tanggapan. Kali ini, Peneliti Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( KontraS ), Rivanlee Anandar yang memberikan pandangannya.

Rivanlee mengatakan sejatinya Pemolisian Masyarakat (Polmas) ditujukan untuk membantu polisi supaya tidak terlalu kaku menjadi alat negara. Namun, menurut dia, dalam isu ekstremisme ini harus sangat berhati-hati.

"Karena berpotensi disalahgunakan untuk membungkam individu atau kelompok tertentu. Terlebih lagi, keterlibatan dari pemolisian masyarakat ini belum jelas, bisa jadi ormas-ormas tertentu atau kelompok-kelompok nasionalis semata," kata Rivanlee Anandar kepada SINDOnews, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Soal Perpres Pemolisian Masyarakat, Putri Gus Dur: Ini Jelas Langkah Maju

Dia melanjutkan, pemolisian masyarakat dalam hal ini harus betul-betul hati-hati dalam pelaksanaannya. "Karena berdasarkan catatan di atas, berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Jika pelatihan tersebut tidak klir mengenai definisi dari ekstremisme itu sendiri," katanya.

Selain itu, kata dia, bisa melahirkan subjektivitas dari individu atau kelompok yang menjadi Polmas atau bergerak dalam pemolisian masyarakat. Konsekuensinya, lanjut dia, individu atau kelompok tersebut bisa menafsirkan sendiri siapa yang ekstremis atau siapa yang tidak. Sehingga, sambung dia, muncul stigmatisasi terhadap kelompok tertentu.

"Kalau saya tidak salah keberadaan Polisi Masyarakat ini sudah lama, terutama di Poso. Jika pemolisian masyarakat bertujuan sama dengan yang sudah ada, maka perlu ada evaluasi dulu dari yang sudah ada tersebut utk mengukur efektivitasnya," katanya.

Baca juga: Perpres Pemolisian Masyarakat Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

Di situasi seperti ini, kata dia, seharusnya pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengambil kebijakan. "Bukan sebatas menggunakan momentum atas pelarangan ormas terhadap kebijakan yang berpotensi menimbulkan kebebasan warga negara," katanya.

Sekadar diketahui, kebijakan yang berisi lebih dari 125 rencana aksi dan yang akan dijalankan lebih dari 20 kementerian atau lembaga ini ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 6 Januari 2021 setelah sebelumnya mengalami proses lebih dari tiga tahun sejak 2017.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Hakim Perintahkan Barang...
Hakim Perintahkan Barang Bukti Tumbler hingga Video CCTV Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dimusnahkan
Menghormati Putusan,...
Menghormati Putusan, Mengawal Keadilan: Membaca Kasus Andrie Yunus dari Perspektif Hukum, Politik, dan Militer
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Polisi Belum Temukan...
Polisi Belum Temukan Pelaku Sipil saat Pelimpahan Kasus Andrie Yunus, KontraS: Jangan Takut TNI!
Kondisi Mata Aktivis...
Kondisi Mata Aktivis KontraS Andrie Yunus usai Disiram Air Keras, RSCM: Kerusakan Sel Punca Kornea 40%
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved