Fadli Zon Bikin Puisi Negeri di Tepi Jurang, Politikus PDIP: Buang-buang Energi
Kamis, 21 Januari 2021 - 11:27 WIB
loading...
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memposting puisi berjudul Negeri di Tepi Jurang. Postingan tersebut ditanggapi prokontra warganet di media sosial Twitter. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Puisi Fadli Zon berjudul Negeri di Tepi Jurang menuai prokontra di media sosial. Puisi kisah negeri yang sedang berada di tepi jurang akibat berbagai persoalan di antaranya pandemi, utang dan berbagai bencana yang terjadi itu diunggah politikus Partai Gerindra ini di lini masa akun Twitternya.
Menanggapi puisi Fadli Zon, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo mengatakan saat ini bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan, gotong-rotong dan saling pengertian. "Bahwa bangsa kita ini lagi diuji," ujar Rahmad Handoyo kepada SINDOnews, Kamis (21/1/2021).Baca juga: Puisi Fadli Zon Berjudul Negeri di Tepi Jurang Disambut Prokontra Warganet
Ujian itu, kata dia, pandemi Covid-19 dan bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan erupsi gunung merapi di sejumlah daerah belakangan ini. Satu-satunya jalan yang perlu dilakukan saat ini adalah kebersamaan, gotong-rotong, empati, dan simpati kepada masyarakat korban bencana alam.
"Heran juga masih ada energi untuk menyampaikan seperti itu, tidak adakah kata yang lebih baik? Tidak adakah tulisan-tulisan yang lebih baik? yang positive thinking dalam rangka mengumpulkan energi untuk saling memberi semangat, saling memberikan satu penguatan, bukan malah energi negatif yang memunculkan prokontra," tuturnya.Baca juga: Bela Risma, Politikus PDIP Balas 'Sentil' Hidayat Nur Wahid soal Nasi Bungkus
Menurut dia, tulisan atau pemikiran dalam bentuk puisi atau bentuk lain yang menimbulkan prokontra itu membuang energi kepada masyarakat.
Menanggapi puisi Fadli Zon, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo mengatakan saat ini bangsa Indonesia membutuhkan kebersamaan, gotong-rotong dan saling pengertian. "Bahwa bangsa kita ini lagi diuji," ujar Rahmad Handoyo kepada SINDOnews, Kamis (21/1/2021).Baca juga: Puisi Fadli Zon Berjudul Negeri di Tepi Jurang Disambut Prokontra Warganet
Ujian itu, kata dia, pandemi Covid-19 dan bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan erupsi gunung merapi di sejumlah daerah belakangan ini. Satu-satunya jalan yang perlu dilakukan saat ini adalah kebersamaan, gotong-rotong, empati, dan simpati kepada masyarakat korban bencana alam.
"Heran juga masih ada energi untuk menyampaikan seperti itu, tidak adakah kata yang lebih baik? Tidak adakah tulisan-tulisan yang lebih baik? yang positive thinking dalam rangka mengumpulkan energi untuk saling memberi semangat, saling memberikan satu penguatan, bukan malah energi negatif yang memunculkan prokontra," tuturnya.Baca juga: Bela Risma, Politikus PDIP Balas 'Sentil' Hidayat Nur Wahid soal Nasi Bungkus
Menurut dia, tulisan atau pemikiran dalam bentuk puisi atau bentuk lain yang menimbulkan prokontra itu membuang energi kepada masyarakat.
Lihat Juga :