Korupsi Proyek Citra Satelit, KPK: Kerugian Negara Hampir Rp180 Miliar
Rabu, 20 Januari 2021 - 17:54 WIB
loading...
Dua tersangka korusi proyek CSRT BIG pada 2015 diduga memerintahkan staf untuk melakukan pembayaran termin tanpa dokumen administrasi. Foto: SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A
A
A
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Priyadi Kardono dan Kepala Pusat Pemanfaatan Teknologi Dirgantara (Kapusfatekgan) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( Lapan ) Tahun 2013-2015 menyandang status tersangka.
Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keduanya bertanggung jawab dalam korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT), sebuah proyek ini merupakan kerja sama BIG dengan Lapan pada tahun 2015.
(Baca: Mantan Kepala BIG Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengungkapkan akibat ulah keduanya terkait pengadaan CSRT, merugikan negara hingga hampir Rp180 miliar.
"Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar sejumlah Rp179,1 miliar," ujar Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Lili menjelaskan dalam konstruksi perkaranya, pada tahun 2015, Badan Informasi dan Geospasial (BIG) melaksanakan kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam Pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT).
Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, Priyadi dan Muchlis diduga telah bersepakat untuk melakukan rekayasa yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang di tentukan oleh Pemerintah.
Komsi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keduanya bertanggung jawab dalam korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT), sebuah proyek ini merupakan kerja sama BIG dengan Lapan pada tahun 2015.
(Baca: Mantan Kepala BIG Tersangka Korupsi Pengadaan Citra Satelit)
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengungkapkan akibat ulah keduanya terkait pengadaan CSRT, merugikan negara hingga hampir Rp180 miliar.
"Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar sejumlah Rp179,1 miliar," ujar Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Lili menjelaskan dalam konstruksi perkaranya, pada tahun 2015, Badan Informasi dan Geospasial (BIG) melaksanakan kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam Pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT).
Sejak awal proses perencanaan dan penganggaran pengadaan tersebut, Priyadi dan Muchlis diduga telah bersepakat untuk melakukan rekayasa yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa yang di tentukan oleh Pemerintah.
Lihat Juga :