PPKM Kurang Efektif, Perlu Lockdown untuk Tekan Covid-19

Rabu, 20 Januari 2021 - 09:49 WIB
loading...
PPKM Kurang Efektif,...
PPKM Kurang Efektif, Perlu Lockdown untuk Tekan Covid-19. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) skala sedang ataupun berat. Sebab, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali yang diterapkan pemerintah sejak 11 Januari hingga 25 Januari 2021 masih kurang efektif.

"Jika tidak PSBB sedang atau berat, kasusnya akan terus meningkat. Jadi, pemerintah harus serius PSBB sedang atau berat," ujar Tri Yunis Miko, Rabu (20/1/2021).

Pandemi COVID-19, Transaksi Belanja Online di Jawa Timur Meningkat

Menurut dia, PPKM di Jawa dan Bali seperti PSBB skala ringan. "Kalau PSBB berat itu lockdown, kalau sedang itu PSBB itu dengan pembatasan sosial yang tinggi, pembatasan sosial bekerja, semuanya harus dibatasi," tuturnya.

Dia mengatakan, kapasitas ruang kerja perkantoran pada masa pemberlakuan PPKM itu hanya boleh diisi maksimal 25 persen. Menurut dia, PPKM itu sudah benar, namun jumlah pegawai masuk kantor masih perlu dibatasi.

Baca juga: Sembilan Hari PPKM di Jawa Timur, 616 Warga Meninggal Akibat COVID-19


Dia pun mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19 . "Jadi kalau (PSBB) ringan, dampaknya masih meningkat. Jadi, harus dilakukan PSBB sedang dan berat. Kalau ringan, enggak bisa dibendung. Sebenarnya harus PSBB sedang atau berat," katanya seraya mengakui abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan menjadi faktor meningkatnya kasus positif Covid-19.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Nissan Qashqai e-Power...
Nissan Qashqai e-Power Menempuh Jarak 1.300 KM dengan Tangki BBM Full
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved