Keterlambatan Data Dituding Jadi Penyebab Kasus Harian COVID-19 Tinggi
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:57 WIB
loading...
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa penambahan kasus harian yang sangat tinggi karena terlambatnya data yang masuk. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa penambahan kasus harian yang sangat tinggi karena terlambatnya data kasus COVID-19 yang masuk. Menurutnya, keterlambatan ini membuat laporan kasus menumpuk.
Seperti diketahui penambahan kasus harian sempat mencapai angka 14.000. Ini penambahan kasus tertinggi sejak pandemi COVID-19 di Indonesia.
"Kenaikan penambahan kasus harian yang sangat tinggi bahkan tertinggi semenjak kasus COVID-19 pertama masuk ke Indonesia, salah satunya disebabkan verifikasi data yang terlambat masuk. Sehingga menyebabkan penumpukan pada pelaporan data di beberapa daerah," katanya saat konferensi pers, Selasa (19/1/2021).
Baca juga: Update Corona: 927.380 Positif, 753.948 Sembuh, 26.590 Meninggal
Wiku mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki keadaan ini. Kementerian Kesehatan tengah memilah antara data yang memang sebenarnya masuk 11-17 Januari dengan data yang terlambat masuk dari minggu-minggu sebelumnya.
"Ke depannya Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah harus terus memperbaiki integrasi data COVID-19 sehingga mengurangi gap dan delay data pusat dan daerah," ujarnya.
Wiku meminta agar ke depan tidak ada toleransi terhadap keterlambatan pelaporan data COVID-19. Pasalnya hal ini sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan.
Seperti diketahui penambahan kasus harian sempat mencapai angka 14.000. Ini penambahan kasus tertinggi sejak pandemi COVID-19 di Indonesia.
"Kenaikan penambahan kasus harian yang sangat tinggi bahkan tertinggi semenjak kasus COVID-19 pertama masuk ke Indonesia, salah satunya disebabkan verifikasi data yang terlambat masuk. Sehingga menyebabkan penumpukan pada pelaporan data di beberapa daerah," katanya saat konferensi pers, Selasa (19/1/2021).
Baca juga: Update Corona: 927.380 Positif, 753.948 Sembuh, 26.590 Meninggal
Wiku mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki keadaan ini. Kementerian Kesehatan tengah memilah antara data yang memang sebenarnya masuk 11-17 Januari dengan data yang terlambat masuk dari minggu-minggu sebelumnya.
"Ke depannya Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah harus terus memperbaiki integrasi data COVID-19 sehingga mengurangi gap dan delay data pusat dan daerah," ujarnya.
Wiku meminta agar ke depan tidak ada toleransi terhadap keterlambatan pelaporan data COVID-19. Pasalnya hal ini sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan.
Lihat Juga :