Soal Listyo Sigit Temui AHY, Pengamat: Calon Kapolri Diminta Hindari Lobi Politik
Selasa, 19 Januari 2021 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Menuju Kursi Kapolri, Ini Deretan Tantangan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo
Lebih lanjut Ray mengatakan, calon Kapolri yang menarik dukungan politik akan punya kecenderungan tidak bersikap netral dan independen, yang pada gilirannya membuat independensi polisi terciderai. Adapun urusan melobi kekuatan partai, merupakan tugas presiden, tentunya didukung oleh koalisi partai pendukung presiden. ”Di sisi lain, untuk memperteguh independensi dimaksud, maka kita membuat mekanisme fit and propert test di DPR. Di ruangan inilah interaksi calon Kapolri dengan kekuatan partai bertemu. Membahas visi- misi, program dan tentu mengungkap rekam jejak sang calon,” katanya.
![Soal Listyo Sigit Temui AHY, Pengamat: Calon Kapolri Diminta Hindari Lobi Politik]()
Dalam forum inilah, lanjut dia, semua kelebihan dan keistimewaan sang calon diungkap. Secara terbuka dan dapat diakses masyarakat secara langsung. Tak ada pembicaraan di bawah meja atau di belakanga forum. Semua diungkap dan dijelaskan dengan terbuka. Inilah forum yang tepat bagi calon Kapolri menarik dukungan politik baginya. Bukan di kantor-kantor partai, atau di tempat lain yang sifatnya tertutup.
Selain itu, sambung mantan aktivis 98 ini, DPR itu memilih banyak komisioner dan pejabat negara independen lainnya. Dan sejauh ini, Ray mengaku belum pernah mendengar ada di antara mereka yang secara khusus berkunjung ke kantor atau rumah ketua umum partai politik. "Saya kira tradisi baik ini harus dipertahankan. Bahwa calon pejabat negara yang bersifat independen hanya akan menarik dukungan dan simpati partai di ruang sidang fit and propert test DPR serta rekam jejak prestasi yang memukau," pungkasnya.
Lebih lanjut Ray mengatakan, calon Kapolri yang menarik dukungan politik akan punya kecenderungan tidak bersikap netral dan independen, yang pada gilirannya membuat independensi polisi terciderai. Adapun urusan melobi kekuatan partai, merupakan tugas presiden, tentunya didukung oleh koalisi partai pendukung presiden. ”Di sisi lain, untuk memperteguh independensi dimaksud, maka kita membuat mekanisme fit and propert test di DPR. Di ruangan inilah interaksi calon Kapolri dengan kekuatan partai bertemu. Membahas visi- misi, program dan tentu mengungkap rekam jejak sang calon,” katanya.

Dalam forum inilah, lanjut dia, semua kelebihan dan keistimewaan sang calon diungkap. Secara terbuka dan dapat diakses masyarakat secara langsung. Tak ada pembicaraan di bawah meja atau di belakanga forum. Semua diungkap dan dijelaskan dengan terbuka. Inilah forum yang tepat bagi calon Kapolri menarik dukungan politik baginya. Bukan di kantor-kantor partai, atau di tempat lain yang sifatnya tertutup.
Selain itu, sambung mantan aktivis 98 ini, DPR itu memilih banyak komisioner dan pejabat negara independen lainnya. Dan sejauh ini, Ray mengaku belum pernah mendengar ada di antara mereka yang secara khusus berkunjung ke kantor atau rumah ketua umum partai politik. "Saya kira tradisi baik ini harus dipertahankan. Bahwa calon pejabat negara yang bersifat independen hanya akan menarik dukungan dan simpati partai di ruang sidang fit and propert test DPR serta rekam jejak prestasi yang memukau," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :