HUT ke-22 PKPI, Diaz Hendropriyono Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen
Senin, 18 Januari 2021 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itulah, Diaz telah mengintruksikan kepada jajaran pengurus dan kader PKPI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Diaz juga meminta kader partai yang berkhidmat di pemerintahan untuk secara sungguh-sungguh berbuat yang terbaik dalam bidang yang menjadi tanggung jawab mereka masing-masing.
Diaz mengatakan, sejak dirinya ditunjuk menjadi nakhoda PKPI pada 2018, partai ini dalam kondisi keterpurukan dan harus memulai dari nol. Sehingga, Diaz bersama jajaran pengurus partai harus berjuang untuk melengkapi kepengurusan dari tingkat DPN sampai daerah. Beruntung dalam waktu 32 hari, dirinya berhasil merampungkan kepengurusan partai sehingga lolos sebagai peserta pemilu 2019.
Di sisi lain, lanjut Diaz, sikap politik PKPI ke depan adalah bertekad untuk melawan rencana politik yang dapat mengerdilkan demokrasi di Indonesia, yakni bertekad melawan rencana politik yang dapat membuat hilangnya belasan juta suara rakyat Indonesia. Oleh sebab itulah, PKPI secara tegas, menolak dengan keras, usulan kenaikan Parliamentary Threshold menjadi 7%.
Di samping itu, Diaz mengatakan, PKPI adalah partai yang tidak memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar Partai, Pasal 5. Menurutnya, PKPI berjuang untuk melawan intoleransi dan radikalisme. "Kita tegas menolak ormas-ormas yang menggunakan sentimen agama, yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di bumi Pancasila. Kami mendukung SKB pemerintah yang melarang semua bentuk kegiatan Front Pembela Islam (FPI), dan apapun nama/bentuknya yang baru," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Diaz menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan kader partai yang telah berjuang, sehingga partai ini masih bisa berdiri tegak sebagai intitusi politik dan demokrasi di Indonesia. "Ulang tahun kali ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memperbaharui komitmen dan motivasi. Mengutip seperti apa yang pernah dikatakan oleh John F Kennedy; jangan tanya apa yang bisa dilakukan partai untuk Anda, tetapi tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk partai," ungkapnya.
Diaz mengatakan, sejak dirinya ditunjuk menjadi nakhoda PKPI pada 2018, partai ini dalam kondisi keterpurukan dan harus memulai dari nol. Sehingga, Diaz bersama jajaran pengurus partai harus berjuang untuk melengkapi kepengurusan dari tingkat DPN sampai daerah. Beruntung dalam waktu 32 hari, dirinya berhasil merampungkan kepengurusan partai sehingga lolos sebagai peserta pemilu 2019.
Di sisi lain, lanjut Diaz, sikap politik PKPI ke depan adalah bertekad untuk melawan rencana politik yang dapat mengerdilkan demokrasi di Indonesia, yakni bertekad melawan rencana politik yang dapat membuat hilangnya belasan juta suara rakyat Indonesia. Oleh sebab itulah, PKPI secara tegas, menolak dengan keras, usulan kenaikan Parliamentary Threshold menjadi 7%.
Di samping itu, Diaz mengatakan, PKPI adalah partai yang tidak memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar Partai, Pasal 5. Menurutnya, PKPI berjuang untuk melawan intoleransi dan radikalisme. "Kita tegas menolak ormas-ormas yang menggunakan sentimen agama, yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di bumi Pancasila. Kami mendukung SKB pemerintah yang melarang semua bentuk kegiatan Front Pembela Islam (FPI), dan apapun nama/bentuknya yang baru," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Diaz menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan kader partai yang telah berjuang, sehingga partai ini masih bisa berdiri tegak sebagai intitusi politik dan demokrasi di Indonesia. "Ulang tahun kali ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memperbaharui komitmen dan motivasi. Mengutip seperti apa yang pernah dikatakan oleh John F Kennedy; jangan tanya apa yang bisa dilakukan partai untuk Anda, tetapi tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk partai," ungkapnya.
(cip)
Lihat Juga :