HUT ke-22 PKPI, Diaz Hendropriyono Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen

Senin, 18 Januari 2021 - 07:27 WIB
loading...
HUT ke-22 PKPI, Diaz...
Ketua Umum DPN PKPI, Diaz Hendropriyono menolak kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7%. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai ke-22 pada 15 Januari 2021 lalu. Perayaan hari jadi partai itu dilaksanakan secara virtual dan sederhana yang menghadirkan para tokoh PKPI seperti AM. Hendropriyono, Try Sutrisno, Sutiyoso, dan Istri Almarhum Edy Sudrajat, Lulu Edy Sudrajat serta para pengurus pusat dan daerah PKPI. Perayaan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden, KH. Ma'ruf Amin yang memberikan sambutan secara virtual.

Ketua Umum DPN PKPI, Diaz Hendropriyono dalam sambutannya menyatakan, perayaan HUT partai kali dalam suasana bangsa yang tengah berduka karena pandemi Covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia. Kondisi itu juga ditambah dengan cobaan bencana alam yang terjadi. "Dalam beberapa minggu terakhir, ada erupsi Gunung Merapi, letusan Gunung Sinabung, banjir besar di Kalimantan Selatan, beberapa hari yang lalu, kita semua berduka dengan adanya berita mengenai Sriwijaya Air yang jatuh di dekat Kepulauan Seribu," tutur Diaz, Senin (18/1/2021). (Baca juga: UU Pemilu Berubah Setiap 5 Tahun, PKPI Anggap Hanya Buang Energi)

Selain itu, Diaz juga mengaku bersedih dan berduka karena bencana juga melanda di sejumlah wilayah seperti gempa bumi di Sulawesi Barat dan musibah banjir di Kalimantan Selatan serta longsor di Jawa Barat. Sehingga, Diaz mengatakan, perayaan kali ini bukan untuk bersenang-senang. (Baca juga: Diaz Hendropriyono: Petugas Medis Pahlawan di Garis Depan Lawan Covid-19)

"Dan pada tahun (2020) lalu juga, seperti negara lain di dunia, Indonesia harus berjuang melawan Pandemi Covid-19 selama hampir setahun terakhir sudah hampir 900,000 orang Indonesia yang terinfeksi dan sekitar 25,000 orang meninggal akibat pandemi ini. Harus diakui bahwa pandemi ini berdampak kepada seluruh sektor kehidupan. PKPI pun juga terdampak ada beberapa kader dan pimpinan PKPI baik di tingkat nasional maupun di daerah yang terkena Covid-19, dan akhirnya alhamdulilah bisa dinyatakan negatif kembali, dan paling tidak ada dua tokoh daerah, calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang kita usung, yang meninggal karena Covid," ungkap Diaz menambahkan. (Baca juga: Tolak PT 7 Persen, PKPI Ingatkan Puluhan Juta Suara Terancam Hangus)

Namun demikian, pria yang menjabat Staf Khusus Presiden ini mengaku pihaknya tidak tinggal diam. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, kader-kader PKPI di seluruh Indonesia tergugah hatinya untuk menolong bangsa ini secara gotong royong membantu masyarakat yang terdampak bencana dan Covid-19. "Saya percaya bahwa setiap cobaan pasti ada harapan. Beberapa hari yang lalu kita sudah melihat Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid 19. Ini hari bersejarah. Ini menunjukan bahwa ada harapan agar kita bisa bangkit dari keterpurukan ini, agar kita bisa kembali ke kehidupan normal," ujarnya.

Untuk itulah, Diaz telah mengintruksikan kepada jajaran pengurus dan kader PKPI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Diaz juga meminta kader partai yang berkhidmat di pemerintahan untuk secara sungguh-sungguh berbuat yang terbaik dalam bidang yang menjadi tanggung jawab mereka masing-masing.

Diaz mengatakan, sejak dirinya ditunjuk menjadi nakhoda PKPI pada 2018, partai ini dalam kondisi keterpurukan dan harus memulai dari nol. Sehingga, Diaz bersama jajaran pengurus partai harus berjuang untuk melengkapi kepengurusan dari tingkat DPN sampai daerah. Beruntung dalam waktu 32 hari, dirinya berhasil merampungkan kepengurusan partai sehingga lolos sebagai peserta pemilu 2019.

Di sisi lain, lanjut Diaz, sikap politik PKPI ke depan adalah bertekad untuk melawan rencana politik yang dapat mengerdilkan demokrasi di Indonesia, yakni bertekad melawan rencana politik yang dapat membuat hilangnya belasan juta suara rakyat Indonesia. Oleh sebab itulah, PKPI secara tegas, menolak dengan keras, usulan kenaikan Parliamentary Threshold menjadi 7%.

Di samping itu, Diaz mengatakan, PKPI adalah partai yang tidak memandang perbedaan suku, agama, dan ras. Hal ini sesuai dengan Anggaran Dasar Partai, Pasal 5. Menurutnya, PKPI berjuang untuk melawan intoleransi dan radikalisme. "Kita tegas menolak ormas-ormas yang menggunakan sentimen agama, yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah di bumi Pancasila. Kami mendukung SKB pemerintah yang melarang semua bentuk kegiatan Front Pembela Islam (FPI), dan apapun nama/bentuknya yang baru," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Diaz menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus dan kader partai yang telah berjuang, sehingga partai ini masih bisa berdiri tegak sebagai intitusi politik dan demokrasi di Indonesia. "Ulang tahun kali ini juga menjadi momentum bagi kita untuk memperbaharui komitmen dan motivasi. Mengutip seperti apa yang pernah dikatakan oleh John F Kennedy; jangan tanya apa yang bisa dilakukan partai untuk Anda, tetapi tanyakan apa yang bisa Anda lakukan untuk partai," ungkapnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Rekomendasi
Alwi Farhan Jagokan...
Alwi Farhan Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo For The Last Dance!
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
JRP Insurance Hadir...
JRP Insurance Hadir di Jakarta Fair 2026, Jamin Perlindungan Asuransi bagi Pengunjung
Berita Terkini
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved