Ngobrol Bareng Gus Miftah di iNews dan RCTI+ Jumat Malam ini Pukul 20.30: Yasonna Laoly, Neraca Hukum dan HAM

Jum'at, 15 Januari 2021 - 16:57 WIB
loading...
A A A
“Kita tidak mengatakan memaafkan, tapi juga tidak melupakan. Kita harus maju, luka-luka sejarah harus kita perbaiki,” kata Yasonna begitu Gus Miftah bertanya kabar dan keseriusan pemerintah mengusut kasus HAM berat.

Desakan mundur pun sempat menggaung, namun tak dihiraukannya. Karena bagi Yasonna, “Desakan mundur adalah konsekuensi jabatan. Sepanjang 'nawaitu' kita benar dan kita bisa mempertanggung jawabkan itu, ya kita jalan. Kita harus ambil keputusan, bisa-bisa kita ambil keputusan dari yang terburuk, tapi tetap harus ambil keputusan.”

Bicara soal keadilan, Gus Miftah turut menggarisbawahi. “Adil itu menempatkan segala sesuatu secara proporsional, sesuai dengan tempatnya. Adil, tidak harus sama, karen ujiannya pun berbeda-beda. Maka ujian bagi pemimpin dan bagi rakyat tentunya berbeda,” paparnya.

Tak mudah memang menjadi pribadi yang disukai banyak orang, karena semakin tinggi ilalang, semakin kencang pula angin bertiup. Gus Miftah pun berpesan, “Kenapa hidup ini banyak ujian? karena Tuhan mau menguji di antara kalian siapa yang lebih baik amalnya. Ingat, Tuhan itu adil. Saat Dia memberikan masalah besar itu tandanya ingin mempersiapkan kita untuk jadi orang yang besar.”

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly akan “Ngobrol Bareng Gus Miftah” mulai dari kasus narkoba, kejahatan HAM masa lalu, hingga hukuman mati bagi koruptor pada Jumat, 15 Desember 2021 pukul 20.30 WIB di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti pula program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Kapolri Utamakan Stabilitas...
Kapolri Utamakan Stabilitas Negara, Haidar: Penegakan Hukum Tak Boleh Picu Rivalitas
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Gus Lilur: Rekonsiliasi...
Gus Lilur: Rekonsiliasi Nasional Harus Diawali Kebenaran dan Penegakan Hukum
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Berita Terkini
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved