Arzeti Bilbina Minta Kemenkes Cukupi Semua Hak Kesehatan Pasien COVID-19
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:37 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR RI dari F-PKB Arzeti Bilbina mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencukupi semua hak kesehatan pasien COVID-19, termasuk yang sedang melakukan isolasi mandiri. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari F-PKB Arzeti Bilbina mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencukupi semua hak kesehatan pasien COVID-19, termasuk yang sedang melakukan isolasi mandiri. Ia menegaskan perlunya sosialisasi dan edukasi bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Selain itu, Arzeti juga meminta pemerintah agar menggratiskan obat-obatan dan vitamin bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri mengingat harganya yang sangat mahal. Jika perlu, ia meminta pemerintah menggratiskan pajak bagi obat-obatan COVID-19. Menurutnya, pajak obat yang terlalu tinggi ini mengakibatkan mahalnya harga obat.
"Menkes harus tanggap dan sigap. Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara masif. Jangan hanya 3 M dan 3 T saja. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi apa saja yang harus dilakukan masyarakat saat isolasi mandiri. Misalnya, cara yang benar dan tepat bagaimana pasien COVID-19 harus bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Yang terpenting, penuhi segala kebutuhan mereka. Gratiskan vitamin dan obat-obatan yang dibutuhkan," kata legislator dari Dapil Jatim I ini.
Baca juga: Update Corona: Positif 869.600 Orang, 711.205 Sembuh dan 25.246 Meninggal
Ia menjelaskan bahwa jumlah pasien COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Setidaknya, ada sekitar 858.043 jiwa terkonfirmasi positif dengan jumlah kematian yang sangat tinggi, yaitu 24.951 jiwa. Kurva setiap hari terus naik, dan belum ada indikasi penurunan. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Perlu ada terobosan strategi dan kebijakan dalam penanganan pandemi.
Selain itu, Arzeti juga meminta pemerintah agar menggratiskan obat-obatan dan vitamin bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri mengingat harganya yang sangat mahal. Jika perlu, ia meminta pemerintah menggratiskan pajak bagi obat-obatan COVID-19. Menurutnya, pajak obat yang terlalu tinggi ini mengakibatkan mahalnya harga obat.
"Menkes harus tanggap dan sigap. Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan secara masif. Jangan hanya 3 M dan 3 T saja. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi apa saja yang harus dilakukan masyarakat saat isolasi mandiri. Misalnya, cara yang benar dan tepat bagaimana pasien COVID-19 harus bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Yang terpenting, penuhi segala kebutuhan mereka. Gratiskan vitamin dan obat-obatan yang dibutuhkan," kata legislator dari Dapil Jatim I ini.
Baca juga: Update Corona: Positif 869.600 Orang, 711.205 Sembuh dan 25.246 Meninggal
Ia menjelaskan bahwa jumlah pasien COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Setidaknya, ada sekitar 858.043 jiwa terkonfirmasi positif dengan jumlah kematian yang sangat tinggi, yaitu 24.951 jiwa. Kurva setiap hari terus naik, dan belum ada indikasi penurunan. Ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah. Perlu ada terobosan strategi dan kebijakan dalam penanganan pandemi.
Lihat Juga :