Blusukan Mensos Risma Dinilai untuk Dalami Masalah dan Temukan Solusi
Rabu, 13 Januari 2021 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
"Saya kira blusukan Mensos RIsma dapat dijadikan contoh bagi para elit. Dia memberi solusi konkret bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan memberikan dia pekerjaan. Solusi itu adalah berkat blusukan yang membutuhkan ekstra kerja keras," terangnya.
Selain itu, JIK mengapresiasi penempatan sebanyak 23 orang yang ditemukan dalam hasil penjangkauan selama Mensos Risma melakukan blusukan di wilayah Jakarta ditempatkan di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Kementerian Sosial.
"Mereka juga tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta. Ada yang tinggal di kolong jembatan, di emperan toko, di gerobak sampah, di pasar di lapak atau di pemukiman kumuh. Kita bersyukur punya Mensos yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup yang layak bagi warga negarannya sehingga negara benar-benar hadir untuk kaum lemah dan termarginalkan," terang Irfaan.
Di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, penerima manfaat dewasa seperti pemulung mulai diberikan keterampilan berwirausaha seperti budi daya ikan lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya tanaman hidroponik dan keterampilan lainnya yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka.
"Suatu terobosan penting atas inisiatif Mensos seperti pembuatan kompos dan daur ulang sampah non organik. Semoga Mensos dapat mengembangkan lebih luas lagi pelatihan wirausaha dan soft skill seperti ini hingga jangkauan ke seluruh pelosok Indonesia," harapnya.
Selain itu, JIK mengapresiasi penempatan sebanyak 23 orang yang ditemukan dalam hasil penjangkauan selama Mensos Risma melakukan blusukan di wilayah Jakarta ditempatkan di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Kementerian Sosial.
"Mereka juga tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta. Ada yang tinggal di kolong jembatan, di emperan toko, di gerobak sampah, di pasar di lapak atau di pemukiman kumuh. Kita bersyukur punya Mensos yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup yang layak bagi warga negarannya sehingga negara benar-benar hadir untuk kaum lemah dan termarginalkan," terang Irfaan.
Di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, penerima manfaat dewasa seperti pemulung mulai diberikan keterampilan berwirausaha seperti budi daya ikan lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya tanaman hidroponik dan keterampilan lainnya yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka.
"Suatu terobosan penting atas inisiatif Mensos seperti pembuatan kompos dan daur ulang sampah non organik. Semoga Mensos dapat mengembangkan lebih luas lagi pelatihan wirausaha dan soft skill seperti ini hingga jangkauan ke seluruh pelosok Indonesia," harapnya.
Lihat Juga :