Hari ke-4 Operasi SAR Sriwijaya Air, Sebanyak 139 Kantong Jenazah Dievakuasi

Rabu, 13 Januari 2021 - 00:01 WIB
loading...
Hari ke-4 Operasi SAR...
Kabasarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan, hingga malam ini total body remain yang dievakuasi sebanyak 139 kantong. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Hari ke-empat pencarian dan evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwjiaya Air SJ 182 oleh Tim SAR gabungan terus berlangsung. Hingga Selasa (12/1/2021) total sudah 139 kantong jenazah dievakuasi.

"Hingga malam ini, total penemuan body remain sebanyak 139 kantong, serpihan kecil pesawat 26 kantong, dan potongan besar pesawat sebanyak 26 kantong," papar Kabasarnas, Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021) malam. (Baca juga: Kotak Hitam Sriwijaya Air Berhasil Ditemukan)

Menurut Bagus, hari ini Tim SAR berhasil mengangkut 61 kantong body remain, 8 kantong serpihan kecil pesawat, dan 2 potongan besar pesawat. Tambahan tersebut berturut-turut diserahkan ke Posko Terpadu oleh KN SAR Karna sebanyak 24 kantong jenazah dan 1 di antaranya berupa partikel pesawat. (Baca juga: Menhub: Instruksi Presiden Percepat Pencarian Korban Sriwijaya Air)

Sedangkan kapal Bakamla membawa 2 kantong, KP Pelatuk Polair 14 kantong, sea rider Marinir membawa 3 kantong, KRI Kurau sebanyak 3 kantong, serta RIB 02 Lampung 20 kantong. “Selanjutnya, body remain korban dibawa tim DVI ke RS Polri Kramatjati. Sedangkan serpihan pesawat diserahkan ke tim KNKT,” ucapnya. (Baca juga: Penampakan Black Box Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu)

Sekadar informasi, black box terdiri dari dua perangkat antara lain Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). CVR berisi rekaman percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR berisi rekaman data penerbangan.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Pelita Air Jatuh...
Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan, DPR: Evaluasi Total Sistem Pengawasan Penerbangan
Polisi Masih Pastikan...
Polisi Masih Pastikan Keselamatan Pilot Pesawat yang Jatuh di Krayan Kaltara
Menteri Trenggono Pingsan...
Menteri Trenggono Pingsan Saat 3 Jenazah Korban Pesawat ATR Diserahkan ke Negara
Kenang Sosok Marsma...
Kenang Sosok Marsma TNI Fajar Adriyanto, Wakasau: Orangnya Baik, Ceria
Siapa Korban Selamat...
Siapa Korban Selamat Pesawat Latih Jatuh di Bogor? Kadispenau: Beliau Penerbang FASI
Marsma TNI Fajar Adriyanto,...
Marsma TNI Fajar Adriyanto, Korban Pesawat Jatuh Bakal Dimakamkan di Probolinggo
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Rekomendasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved