Soal Calon Kapolri, Pengamat: Isu SARA Tak Relevan di Negara Demokrasi
Selasa, 12 Januari 2021 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, justru yang harus menjadi bahan diskusi di publik dan semua stakeholder adalah bagaimana calon Kapolri baru ke depan bisa bekerja profesional, membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan dan memberikan rasa aman bagi segenap bangsa Indonesia. “Bukan hanya melindungi, bekerja profesional atau memberi rasa aman kepada kelompok tertentu saja,” ujarnya.
(Baca Juga: ICW Desak Jokowi Lihat Rekam Jejak Calon Kapolri lewat PPATK dan KPK)
“Terutama bekerja keras dan bekerja cerdas dalam menuntaskan banyak tantangan dan pekerjaan rumah Polri yang menumpuk,” ujar pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu.
Untuk itu, dia pun mengajak semua pihak untuk mendukung siapapun yang dipilih dan diajukan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi ke DPR RI. “Presiden dalam memilih Kapolri baru harus tetap berpedoman pada profesionalitas dan memilih sosok yang memiliki Chemistry dengannya. Bukan berdasarkan SARA,” tegas Ujang.
(Baca Juga: ICW Desak Jokowi Lihat Rekam Jejak Calon Kapolri lewat PPATK dan KPK)
“Terutama bekerja keras dan bekerja cerdas dalam menuntaskan banyak tantangan dan pekerjaan rumah Polri yang menumpuk,” ujar pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu.
Untuk itu, dia pun mengajak semua pihak untuk mendukung siapapun yang dipilih dan diajukan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi ke DPR RI. “Presiden dalam memilih Kapolri baru harus tetap berpedoman pada profesionalitas dan memilih sosok yang memiliki Chemistry dengannya. Bukan berdasarkan SARA,” tegas Ujang.
(ymn)
Lihat Juga :