Perubahan Perilaku dan Perencanaan Organisasi

Rabu, 13 Januari 2021 - 06:15 WIB
loading...
Perubahan Perilaku dan...
Muhamad Ali (Foto: Istimewa)
A A A
Muhamad Ali
Pemerhati Human Capital

SETAHUN adalah waktu yang sangat cukup untuk mengubah kebiasaan dan perilaku. Baik individu maupun kelompok atau organisasi. Organisasi sosial ataupun bisnis. Dalam beberapa training yang dimaksudkan untuk mengubah perilaku atau kebiasaan, biasanya program disusun untuk 60 hari atau delapan minggu. Setelah program dijalankan, biasanya akan terdapat perubahan-perubahan perilaku kunci yang diharapkan menjadi lebih baik dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.

Pandemi yang telah memasuki periode setahun, tentu juga sudah mengubah perilaku dan kebiasaan setiap orang. Apakah perilaku atau kebiasaan akan kembali ke titik awal, semuanya sangat tergantung dari perubahan pola pikir, tindakan, dan pembiasaan yang disertai dengan penghargaan dan hukuman. Penghargaan ataupun hukuman bisa ditetapkan oleh diri sendiri maupun oleh lingkungan atau otoritas-otoritas seperti pemerintah dan pemuka masyarakat.

Sepanjang satu tahun ini, pola-pola interaksi, komunikasi, dan koordinasi di dalam organisasi bisnis maupun birokrasi telah memasuki tahap yang berbeda. Interaksi benar-benar mengandalkan instrumen dan tidak lagi bersifat fisik. Apalagi, komunikasi dan koordinasi. Dan, perubahan itu akan menjadi permanen, tidak lagi tergantung apakah situasi sudah pulih seperti sedia kala.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha memperlihatkan gambaran menarik. Laporan yang dikumpulkan pada pertengahan 2020 lalu memotret bagaimana para pelaku usaha, baik dalam skala mikro dan kecil ataupun menengah dan besar, menyiasati lingkungan yang berubah karena pandemi. Di situ tergambar, hampir 60% pelaku usaha masih tetap menjalankan usaha mereka dan hanya 8,76% yang benar-benar menghentikan usahanya karena berbagai alasan. Sisanya masih tetap menjalankan usaha, dengan variasi pengurangan jam kerja, penerapan kerja dari rumah (work from home), baik untuk sebagian maupun seluruh pegawai.

Jika diproyeksikan pada entitas nonbisnis seperti organisasi pemerintahan, pelayanan-pelayanan umum, atau organisasi sosial, saya memperkirakan bahwa persentasenya tidak akan menyimpang jauh dari potret yang direkam oleh laporan BPS tersebut. Dengan perkiraan tersebut, artinya tingkat adaptasi atau penyesuaian terhadap pandemi di dalam organisasi pada umumnya relatif tinggi.

Angka tersebut juga sekaligus menunjukkan tingkat masalah yang semakin meningkat apabila perspektifnya dilihat dari sudut pandang kesehatan. Jika kita membagi rentang waktu pandemi dalam dua kurun waktu awal tahun hingga tengah tahun dan dari tengah tahun sampai hari ini, pola itu tergambar dalam tingkat penularan virus terhadap warga dan tingkat kematian yang juga meningkat belakangan ini. Mekanisme tracing dan tracking terhadap anggota masyarakat yang terpapar virus pada awalnya relatif efektif untuk mengurangi dampak penularan yang lebih luas, belakangan sudah menjadi tidak lagi cukup efektif karena penularan sudah berlangsung pada kelompok komunitas dan entitas sosial yang paling kecil, yaitu keluarga.

Setiap entitas organisasi, baik yang bertujuan bisnis maupun nonbisnis, perlu untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan perilaku penting yang terjadi pada setiap individu. Identifikasi tersebut menjadi dasar untuk menyusun perencanaan organisasi ke depan, terutama setelah suasana pandemi berangsur-angsur mereda dan lingkungan memasuki kehidupan normal.

Perilaku yang dikampanyekan secara masif, yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan oleh pemerintah sepanjang setahun pandemi, akan menjadi kebutuhan sekaligus tuntutan bagi setiap orang di dalam organisasi. Perubahan cara kerja yang lebih mengandalkan perangkat teknologi, juga harus disiasati supaya organisasi tidak kehilangan arah dalam mencapai tujuannya.

Dalam perubahan perilaku dan perubahan cara bekerja tersebut, kunci utama untuk mencapai titik paling efisien adalah melakukan perencanaan dan penganggaran secara efektif. Bagaimanapun, pandemi telah mengubah struktur kebutuhan atau belanja organisasi dan sekaligus juga mengubah sumber-sumber pendapatan.

Model organisasi yang hierarkis dan vertikal, saya rasa sudah tidak lagi relevan dan kurang adaptif. Usaha yang diperlukan untuk menggerakkan organisasi yang hierarkis dan vertikal akan jauh lebih besar dibandingkan apabila model organisasi lebih cenderung sejajar atau horizontal. Oleh karena itu, para pemimpin dalam organisasi harus mampu dan berani untuk mengubah pendekatan mereka terhadap para bawahan, anak buah, dan unit-unit di bawah kendali para pemimpin.

Sekalipun pekan-pekan ini kita masih berada pada kondisi di mana pembatasan-pembatasan sosial dan pergerakan/mobilitas manusia masih dilaksanakan secara lebih ketat dalam rangka menekan angka penyebaran, dalam waktu yang tidak lama situasi akan segera berubah karena vaksin sudah tersedia dan akan segera dilakukan proteksi terhadap warga secara masif.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadirkan Program Sosial,...
Hadirkan Program Sosial, TBIG Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Nasional
Wamen PU Apresiasi Upaya...
Wamen PU Apresiasi Upaya Astra Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif
Perkuat Kesiapan Kerja,...
Perkuat Kesiapan Kerja, SGU Jalin Kolaborasi dengan Industri Media
WFH Tiap Jumat Berlaku...
WFH Tiap Jumat Berlaku Hari Ini, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal
WFH ASN Dimulai Hari...
WFH ASN Dimulai Hari Ini, Pengawasan Dilakukan melalui Sistem Elektronik
Hakim juga Dapat Jatah...
Hakim juga Dapat Jatah WFH, Masuk Kantor Senin-Kamis, Jumat di Rumah
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 Masih Terbuka, Ada Pilihan 24 Kejuruan
Sederet Tantangan Generasi...
Sederet Tantangan Generasi Muda Masuk Dunia Kerja, Apa Saja?
Rekomendasi
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved