Sekali Lagi Demokrasi Dinilai Mundur, LP3ES: Indonesia Balik Kanan ke Tirani

Selasa, 12 Januari 2021 - 13:17 WIB
loading...
Sekali Lagi Demokrasi...
Kajian LP3ES menyimpulkan demokrasi di Indonesia sedang bergerak kembali ke fase tirani sesuai Teori Bandit, yang ditandai dengan praktik pengendalian situasi secara otoriter. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Iklim demokrasi yang dirintis melalui gerakan reformasi berangsur-angsur mundur. Alih-alih membaik, prinsip-prinsip demokrasi yang diperjuangkan pada 1998 justru memburuk. Terbaru, kemunduran demokrasi diungkap Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial ( LP3ES ) melalui evaluasi kritis yang dilakukan tim dengan merefleksikan pemerintahan selama 2020.

“Saat ini, tim menilai adanya kemunduran demokrasi. Perkembangan yang tidak diduga dimana pemerintah, alat negara, presiden menggunakan kekuasaan konstitusionalnya untuk mengendalikan keadaan secara otoriter,” papar Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik J Rachbini dalam diskusi bertajuk sekaligus peluncuran buku Nestapa Demokrasi di Masa Pandemi: Refleksi 2020, Outlook 2021 secara virtual, Senin (11/1/2021).

(Baca:Demokrasi Indonesia di 2021 Bakal Menghadapi Tantangan Berat)

Didik mengatakan ada pergerakan dari demokrasi menuju tirani. Saat ini, Indonesia di tengah pandemi, demokrasi mengalami kegagalan sejak awal dalam menyelesaikan kebijakan.

Ia pun mengaitkan itu dengan pandangan Teori Bandit yang ditulis oleh Mancur Olson. Dalam teori tersebut, kekuasaan berevolusi melalui tiga tahap yaitu anarki (rouving bandit), tirani (stationary bandit), dan demokrasi.

Anarki adalah tahap dimana hukum rimba berlaku dalam kekuasaan. Siapa kuat, dia yang berkuasa sehingga dapat dikatakan sebagai bandit yang berpindah-pindah.

Ketika muncul beberapa penguasa yang mampu memiliki pola pikir yang lebih maju, maka muncullah tirani. Demi mempertahankan kekuasaannya, pemimpin berusaha membuat sistem yang berkelanjutan di suatu tempat sehingga disebut pula dengan bandit menetap atau stationary bandit.

(Baca:LP3ES: Oposisi Melemah, Demokrasi Berjalan Mundur)

Setelah itu, lanjut dia, ketika muncul peradaban yang didasari oleh konstitusi hukum (rule of law), maka tahap demokrasi yang beradab pun muncul.

“Pada saat pandemi, ketika rakyat dan oposisi lemah, banditisme itu pun memperoleh tempatnya dalam tatanan bernegara. Presiden dari perilakunya tidak menunjukkan komitmen terhadap demokrasi dalam pengambilan keputusan dan tindakannya. Kecenderungan otoriter dan praktik diktator semakin kuat ketika oposisi hilang dan masyarakat sipil lemah,” urai dia.

(Baca:Kepulangan Habib Rizieq Jadi Ujian Kualitas Demokrasi Indonesia)

Keadaan dan perilaku pemimpin bertemu dimana situasi pandemi dan ekonomi yang sulit, maka kekuasaan yang otoriter dapat dengan mudah dijalankan. Presiden dan aparat negara menjalankan konstitusi dan kebijakan tanpa konsultasi publik. Kemunduran demokrasi yang kian mengarah pada praktik pemerintahan otoriter tersebut yang disebut-sebut sebagai diktator konstitusional.

Anggota DPR RI 2004-2009 dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga melihat kemunduran demokrasi Indonesia ini seperti suatu siklus setelah 20 tahun demokrasi dijalankan. Menurut dia, kecenderungan berbalik menuju otoriter mulai dan bahkan sudah terjadi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved