Vaksin Sinovac Dinyatakan Halal, Begini Pandangan Ahli Epidemiologi

Senin, 11 Januari 2021 - 14:50 WIB
loading...
Vaksin Sinovac Dinyatakan...
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memuji atas kehalalan produk tersebut. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat telah menetapkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac memenuhi aspek halal dan suci, setelah menggelar rapat pleno secara tertutup di Jakarta, Jumat 8 Januari 2021. Namun, penerbitan sertifikat masih belum final karena masih menunggu keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai izin keamanan penggunaan vaksin.

Terkait itu, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memuji atas kehalalan produk tersebut. Menurut dia, setidaknya sudah satu isu yang berhasil ditangani. Tinggal selanjutnya menunggu izin edar atau penggunaan dari BPOM. “Ini bagus. Tinggal kita menunggu efikasinya dari hasil riset walaupun sifatnya masih pre-eliminary. Walaupun sudah keluar juga hasil studi yang di Brasil, tapi untuk penggunaan darurat di Indonesia akan sangat tepat dan bijak menunggu yang di Bandung,” ujar Dicky kepada SINDOnews, Senin (11/1/2021). (Baca juga: Komisi Fatwa MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci)

Dia menilai hasil uji klinis yang di Bandung lebih cocok dijadikan patokan sehingga kepercayaan masyarakat Indonesia lebih tinggi terhadap efikasi vaksin tersebut. Meski begitu, keseluruhan efikasi dari Sinovac perlu dikompilasi lagi dari semua pusat studi di semua negara yang melakukan uji klinis seperti Brasil, Chile, Indonesia, Turki, dan China. “Untuk efikasi yang diumumkan akan sangat tepat dan bijak itu tetap menggunakan Bandung. Ini bisa jadi rujukan untuk emergency dan diperkuat dengan data dari negara lain,” sambungnya. (Baca juga: Tenaga Kesehatan Jawa-Bali Sasaran Pertama Vaksinasi)

Dicky beralasan penggunaan hasil efikasi dari Bandung lebih tepat dalam upaya membangun kepercayaan publik terhadap efikasi vaksin tersebut. Ia memprediksi data threshold yang diumumkan nantinya tidak jauh berbeda dengan hasil di Brasil dan Turki dengan estimasi sekitar 60%. “Jangan terburu-buru. Enggak ada yang perlu kita khawatirkan. Karena kalau kita main shortcut, malah yang terjadi nantinya distrust. Ini yang harus kita jaga banget. Jangan sampai nanti malah jadi dampak mudharat atau kerugian daripada keberhasilannya kalau dipaksakan,” jelas dia.

Dia berharap nantinya pemerintah bisa terus menginformasikan secara terbuka mengenai vaksin Sinovac terkait manfaat dan risikonya. Termasuk menangkal terpaan isu hoaks yang beredar mengenai uji vaksin tersebut. “Itu harus semua di-counter. Harus dikomunikasikan, ada tahapan rilis hasil uji klinis fase 3, rilis penggunaan secara darurat, baru aktivitas program vaksinasinya yang bisa dalam bentuk simbolis hingga kemudian dilakukan serentak. Ini bisa dijadikan modal besar untuk membangun trust dari publik,” tandasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
MUI Minta Polemik Pernyataan...
MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan demi Menjaga Kerukunan Bangsa
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
MUI Serukan Stop Perang,...
MUI Serukan Stop Perang, Desak AS-Israel Akhiri Konflik
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
Rekomendasi
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Richard Lee Ditahan...
Richard Lee Ditahan Kejati, Dokter Detektif: Bukti Sudah Lengkap dan Siap Diuji di Pengadilan
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik: Marselino dan Ole Romeny Ujung Tombak
Berita Terkini
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Infografis
Pelajari Dampak Kesehatan...
Pelajari Dampak Kesehatan Mental Remaja, Instagram Gandeng Ahli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved