Sriwijaya Air Jatuh, Pemerintah Harus Lindungi Hak-hak Korban
Senin, 11 Januari 2021 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lanjut Iwan, juga meminta pihak otoritas bandara, memudahkan pihak keluarga untuk mendapatkan informasi terkait nasib keluarga mereka yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Ia mengatakan, saat ini pihaknya hanya diminta sampel DNA dan data ante mortem saja, namun belum ada informasi yang valid. Iwan meminta maskapai harus membukan informasi secara terbuka dan mudah agar memudahkan pihak keluarga yang datang ke Crisis Center Bandara Supadio.
Wakil Ketua MPR Jazuli Fawaid meminta Kementerian Perhubungan untuk mengusut tuntas kasus ini. Tragedi ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan udara di Indonesia. "Dengan adanya kasus ini, Indonesia akan dianggap dunia kurang serius dalam memperhatikan keamanan penerbangan," tuturnya.
Gus Jazil-panggilan akrab Jazuli Fawaid-menekankan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Terlebih selama ini pesawat udara merupakan moda transportasi yang dianggap paling aman. Sayangnya, kasus kecelakaan udara cukup sering terjadi di Indonesia. "Supaya apa, supaya ke depan tidak terulang lagi karena kan selama ini dianggap kendaraan yang paling aman itu pesawat, tapi sering terjadi kecelakaan, ini kan masyarakat menjadi tidak percaya," katanya.
Menurut dia, seharusnya dalam operasional pesawat terbang, ada standarisasi pemeriksaan yang menutup ruang adanya celah kecelakaan. "Kalau masih ada, itu kan mungkin ada petugas lalai atau maskapai, apa namanya tidak serius untuk mengganti suku cadang dan macam-macam," katanya.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama mengatakan, jatuhnya pesawat itu tentunya berpotensi memukul lebih jauh industry transportasi udara yang sudah mengalami penurunan sejak adanya pandemi COVID-19 ini. Oleh sebab itu, kata dia, evakuasi korban yang diikuti dengan recovery kotak hitam pesawat harus dilakukan secara cepat.
Hal tersebut, kata dia, agar proses investigasi terhadap penyebab jatuhnya pesawat dapat segera dilakukan dan rekomendasi perbaikan dari KNKT dapat segera diberikan untuk menghindari kecelakaan lainnya. Apalagi, lanjut dia, beberapa waktu lalu Boeing sempat mengeluarkan peringatan terkait pesawat Boeing 737-500 yang telah diparkir selama tujuh hari berturut-turut rawan mengalami mati mesin di udara akibat korosi pada katup udaranya.
Wakil Ketua MPR Jazuli Fawaid meminta Kementerian Perhubungan untuk mengusut tuntas kasus ini. Tragedi ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan udara di Indonesia. "Dengan adanya kasus ini, Indonesia akan dianggap dunia kurang serius dalam memperhatikan keamanan penerbangan," tuturnya.
Gus Jazil-panggilan akrab Jazuli Fawaid-menekankan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. Terlebih selama ini pesawat udara merupakan moda transportasi yang dianggap paling aman. Sayangnya, kasus kecelakaan udara cukup sering terjadi di Indonesia. "Supaya apa, supaya ke depan tidak terulang lagi karena kan selama ini dianggap kendaraan yang paling aman itu pesawat, tapi sering terjadi kecelakaan, ini kan masyarakat menjadi tidak percaya," katanya.
Menurut dia, seharusnya dalam operasional pesawat terbang, ada standarisasi pemeriksaan yang menutup ruang adanya celah kecelakaan. "Kalau masih ada, itu kan mungkin ada petugas lalai atau maskapai, apa namanya tidak serius untuk mengganti suku cadang dan macam-macam," katanya.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama mengatakan, jatuhnya pesawat itu tentunya berpotensi memukul lebih jauh industry transportasi udara yang sudah mengalami penurunan sejak adanya pandemi COVID-19 ini. Oleh sebab itu, kata dia, evakuasi korban yang diikuti dengan recovery kotak hitam pesawat harus dilakukan secara cepat.
Hal tersebut, kata dia, agar proses investigasi terhadap penyebab jatuhnya pesawat dapat segera dilakukan dan rekomendasi perbaikan dari KNKT dapat segera diberikan untuk menghindari kecelakaan lainnya. Apalagi, lanjut dia, beberapa waktu lalu Boeing sempat mengeluarkan peringatan terkait pesawat Boeing 737-500 yang telah diparkir selama tujuh hari berturut-turut rawan mengalami mati mesin di udara akibat korosi pada katup udaranya.
Lihat Juga :