Temuan LSI: Pilkada 2020 Masih Diwarnai Politik Uang
Minggu, 10 Januari 2021 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, kata Djayadi, sekitar 29% pemilih menilai politik uang wajar, jumlahnya berimbang antara wilayah pilkada dan tanpa pilkada. Mereka yang menilai politik uang sebagai hal wajar, mayoritas akan menerima uang tetapi memilih sesuai hati nurani.
"Hal ini menunjukkan bahwa baik di level sikap maupun tingkah laku, warga cukup toleran terhadap politik uang dan pernah mengalaminya pada berbagai tingkatan pemilu. Dengan demikian, upaya untuk menyosialisasikan pemilu tanpa politik uang masih harus terus dilakukan," ucap Djayadi.
Mengenai metodologi survei yang digunakan, Djayadi menjelaskan di awal bahwa survei ini bersifat survei nasiona melalui telepon. Ada 2.000 responden yang berhasil diwawancarai.
Responden ini dipilih secara acak dari database nomor telepon yang dimiliki LSI dari wawancara tatap muka langsung yang dikumpulkan 2 tahun belakanhan. Dengan jumlah 2.000 responden itu dan simple random sampling maka tingkat kepercayaannya 95% dengan margin of error diperkirakan +-2,2%.
"Secara umum, data yang kita dapat cukup representatif dari segi geografi, dari segi desa, kota, dari segi agama dan lain-lainnya," ucap Djayadi.
"Hal ini menunjukkan bahwa baik di level sikap maupun tingkah laku, warga cukup toleran terhadap politik uang dan pernah mengalaminya pada berbagai tingkatan pemilu. Dengan demikian, upaya untuk menyosialisasikan pemilu tanpa politik uang masih harus terus dilakukan," ucap Djayadi.
Mengenai metodologi survei yang digunakan, Djayadi menjelaskan di awal bahwa survei ini bersifat survei nasiona melalui telepon. Ada 2.000 responden yang berhasil diwawancarai.
Responden ini dipilih secara acak dari database nomor telepon yang dimiliki LSI dari wawancara tatap muka langsung yang dikumpulkan 2 tahun belakanhan. Dengan jumlah 2.000 responden itu dan simple random sampling maka tingkat kepercayaannya 95% dengan margin of error diperkirakan +-2,2%.
"Secara umum, data yang kita dapat cukup representatif dari segi geografi, dari segi desa, kota, dari segi agama dan lain-lainnya," ucap Djayadi.
(dam)
Lihat Juga :