Temuan LSI: Pilkada 2020 Masih Diwarnai Politik Uang

Minggu, 10 Januari 2021 - 18:48 WIB
loading...
Temuan LSI: Pilkada...
Dalam survei LSI, terungkap masih ditemukan politik uang dalam Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei nasional bertajuk Pilkada dan Politik Uang di Masa Wabah Covid-19. Rilis survei disampaikan secara online atau daring pada Minggu 10 Januari 2021.

Dalam survei tersebut, terungkap masih ditemukan adanya politik uang dalam Pilkada 2020 yang digelar di tengah pandemi Covid-19.

"Menjelang Pilkada serentak 20 Desember 2020, cukup banyak yang mengaku mendapat tawaran uang atau barang (17 persen), atau mengetahui bahwa warga di lingkungan mereka mendapat tawaran tersebut (20 persen). Dari yang mendapat tawaran, cukup banyak yang terpengaruh uang atau pemberian yang ditawarkan tersebut (36 persen), meskipun tidak mayoritas," tutur Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan dalam rilis survei yang disiarkan melalui akun Youtube dan Facebook LSI, Minggu (10/1/2021).

Menurut dia, politik uang masih banyak menyasar kalangan bawah dan perdesaan. "Politik uang banyak menyasar kalangan bawah, baik dari segi pendidikan, segi kelas sosial pendapatan dan dari segi tempat tinggal desa dan kota," paparnya. (Baca juga: 21 Sampel DNA Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Telah Diterima DVI Polri)

Mengenai bentuk apa saja yang ditawarkan dalam politik uang, Djayadi melanjutkan, kebanyakan uang dan sembako. Sebanyak 36% responden mengaku pernah ditawari uang dan barang dan mengakui pemberian tersebut berpengaruh terhadal pilihan mereka.

"Kalau dilihat cukup tinggi pengaruhnya cukup tinggi, itulah salah satu alasan kenapa politik uang masih marak di pilkada tahun ini," kata Djayadi. (Baca juga:34 Keluarga Penumpang dan Awak Sriwijaya Air Melapor ke Crisis Center Bandara Soetta)

Secara umum, kata Djayadi, warga yang memiliki pengalaman politik uang cukup tinggi. Sekitar 30,8% pernah ditawari uang atau barang untuk memilih partai atau anggota legislatif, 26,5% pernah ditawari uang atau barang agar memilih capres atau cawapres tertentu, 25,6% pernah ditawari uang atau barang agar memilih calon gubernur tertentu, 27,1% pernah ditawari uang atau barang agar memilih bupati/wali kota tertentu.

Bahkan, kata Djayadi, sekitar 29% pemilih menilai politik uang wajar, jumlahnya berimbang antara wilayah pilkada dan tanpa pilkada. Mereka yang menilai politik uang sebagai hal wajar, mayoritas akan menerima uang tetapi memilih sesuai hati nurani.

"Hal ini menunjukkan bahwa baik di level sikap maupun tingkah laku, warga cukup toleran terhadap politik uang dan pernah mengalaminya pada berbagai tingkatan pemilu. Dengan demikian, upaya untuk menyosialisasikan pemilu tanpa politik uang masih harus terus dilakukan," ucap Djayadi.

Mengenai metodologi survei yang digunakan, Djayadi menjelaskan di awal bahwa survei ini bersifat survei nasiona melalui telepon. Ada 2.000 responden yang berhasil diwawancarai.

Responden ini dipilih secara acak dari database nomor telepon yang dimiliki LSI dari wawancara tatap muka langsung yang dikumpulkan 2 tahun belakanhan. Dengan jumlah 2.000 responden itu dan simple random sampling maka tingkat kepercayaannya 95% dengan margin of error diperkirakan +-2,2%.

"Secara umum, data yang kita dapat cukup representatif dari segi geografi, dari segi desa, kota, dari segi agama dan lain-lainnya," ucap Djayadi.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
Bawaslu Usul Blacklist...
Bawaslu Usul Blacklist Pelaku Money Politics dalam Pemilu, Golkar: Bisa Jadi Alternatif Penegakan Hukum
Hasil Survei, Kejagung...
Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Survei Membuktikan 70,77%...
Survei Membuktikan 70,77% Publik Puas dengan Kepemimpinan Prabowo
Mayoritas Publik Tolak...
Mayoritas Publik Tolak Wacana Pelengseran, Stabilitas Jadi Pertimbangan Utama
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Mengejutkan! Konsumen...
Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI
Rekomendasi
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
ARMY Siap War Tiket...
ARMY Siap War Tiket Konser BTS ARIRANG in Jakarta Hari Ini, Harga Termurah Rp1,8 Juta
Berita Terkini
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved