Sriwijaya Air SJ 182 Masih Laik Terbang Meski Berusia Tua
Sabtu, 09 Januari 2021 - 21:03 WIB
loading...
A
A
A
Rozaq berpendapat, hanya pilot dan co-pilot yang mengetahui kondisi pesawat saat hendak melakukan take off atau landing. Sehingga penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut harus melalui penyelidikan yang mendalam. Karena bisa disebabkan oleh banyak faktor. Rozaq sendiri pernah mendaratkan Boeing 737-300 di Bengawan Solo pada 16 Januari 2002 silam. Saat itu Rozaq menerbangkan pesawat dari bandara Selaparang, Lombok menuju Adisucipto, Yogyakarta.
( Baca Juga ; Kumpulkan Informasi Seputar Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang, KNKT Koordinasi dengan BPPT )
Di atas langit Rembang, Jawa Tengah, atas izin Air Traffic Control (ATC) pesawat sedikit keluar dari jalur untuk menghindari awan Cumulonimbus yang terdeteksi di radar cuaca di sistem navigasi pesawat. Meskipun sudah berusaha menghindar namun pesawat masih masuk ke gumpalan awan yang besar. Dua mesin pesawat tiba-tiba mati total dan kehilangan daya dorong, dan Rozaq memutuskan mendaratkan pesawatnya di Bengawan Solo. Setelah sebelumnya melayang-layang di atas langit Klaten, Jawa Tengah.
( Baca Juga ; Kumpulkan Informasi Seputar Pesawat Sriwijaya Air yang Hilang, KNKT Koordinasi dengan BPPT )
Di atas langit Rembang, Jawa Tengah, atas izin Air Traffic Control (ATC) pesawat sedikit keluar dari jalur untuk menghindari awan Cumulonimbus yang terdeteksi di radar cuaca di sistem navigasi pesawat. Meskipun sudah berusaha menghindar namun pesawat masih masuk ke gumpalan awan yang besar. Dua mesin pesawat tiba-tiba mati total dan kehilangan daya dorong, dan Rozaq memutuskan mendaratkan pesawatnya di Bengawan Solo. Setelah sebelumnya melayang-layang di atas langit Klaten, Jawa Tengah.
(ton)
Lihat Juga :