IDI Tegaskan Vaksinasi Jadi Harapan Besar Hentikan Penularan Corona

Sabtu, 09 Januari 2021 - 15:22 WIB
loading...
IDI Tegaskan Vaksinasi...
Ketua Umum PB IDI, dr Daeng M Faqih menegaskan, vaksinasi untuk virus Corona (Covid-19), jadi harapan besar menghentikan penularan penyebaran virus Corona. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng M Faqih menegaskan, vaksinasi untuk virus Corona (Covid-19), menjadi harapan besar untuk menghentikan penularan penyebaran virus Corona.

(Baca juga: Ini 6 Vaksin untuk Vaksinasi RI, Menko Airlangga: Vaksinasi Dilakukan Sepenuhnya oleh Pemerintah)

"Iya jadi vaksin ini sangat penting ya. Ini momen yang sangat baik dan harapan besar bagi kita semua rakyat Indonesia untuk segera menghentikan penularan Covid-19," tegas Daeng dalam video sosialisasi program Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Sabtu (9/1/2021).

(Baca juga: Vaksinasi di Tengah Ancaman dari Varian Baru Virus Corona)

"Vaksin ini bukan hanya untuk kita pribadi ya. Jadi semakin banyak yang divaksin, maka semakin banyak masyarakat, keluarga kita, saudara-saudara kita, anak-anak kita, orang tua kita yang terlindungi," tambah Daeng.

(Baca juga: Gubernur Imbau Kepala Daerah Dukung Penuh Penyelenggaraan Vaksinasi)

Selain itu Daeng memastikan, jika vaksin yang disuntikkan harus terjamin keamanan dan efektivitasnya. Dan harus sudah terjamin yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan standar World Health Organization.

"Semua vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat, ke rakyat, ke orang per orang itu harus terjamin keamanan dan efektivitas. Otoritas di Indonesia dilakukan oleh Badan POM. Dan standarnya sama, prosedur standarnya sama. Karena itu standar internasional yang dikeluarkan oleh WHO," tegasnya.

(Baca juga : Kim Jong-un: Korut Harus Terus Kembangkan Senjata Nuklir )

Daeng mengatakan, vaksinasi pertama adalah prioritaskan kepada kelompok rentan yakni tenaga kesehatan. "Memang kita sangat berharap vaksinasi yang pertama itu diprioritaskan pada kelompok rentan. Kelompok rentan ini banyak, salah satunya dan mungkin sangat rentan adalah tenaga kesehatan," jelasnya.

"Kenapa sangat rentan? Sekarang tenaga kesehatan yang tertular banyak sekali. Dan yang sudah gugur itu sudah lebih dari 500 orang. Sehingga mendapatkan vaksin pertama kali supaya kekebalan tubuh tenaga kesehatan terbentuk. Sengan seperti itu dia tidak gampang tertular. Ini sangat penting untuk mengurangi kematian pada petugas kesehatan," ungkap Daeng.

(Baca juga : Erick Thohir Sebut 23,7 Juta Vaksin Gratis Akan Tiba di Indonesia Dalam Waktu Dekat )

Selain itu, Daeng meminta masyarakat agar mencari informasi mengenai vaksinasi Covid-19 ini dari informasi yang terpercaya. "Bagi kawan-kawan tenaga kesehatan dan masyarakat yang masih ragu, silakan mencari informasi ke sumber informasi yang benar. Jangan mencari informasi di sosmed yang mungkin sumbernya tidak valid. Carilah tanyalah ke dokter-dokter ahli yang memang mengetahui tentang informasi vaksin," imbaunya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
IDI dan Organisasi Masyarakat...
IDI dan Organisasi Masyarakat Desak Pemerintah Perkuat Pengendalian Konsumsi Zat Adiktif
IDI Minta Menkes Perbaiki...
IDI Minta Menkes Perbaiki Komunikasi Publik Buntut Celetukan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menkes Sebut Pria dengan...
Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah, IDI: Terlalu Berlebihan
Marak Kasus Pelecehan...
Marak Kasus Pelecehan Seksual Dokter PPDS, IDI: Rumah Sakit Harus Ikut Bertanggung Jawab
Izin Vaksin Campak untuk...
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Keluar, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Nakes
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
Vaksinasi Jadi Syarat...
Vaksinasi Jadi Syarat Berkegiatan Warga di Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved