Menlu Retno Marsudi: Ini 11 Prioritas Diplomasi Indonesia di 2021

Rabu, 06 Januari 2021 - 17:44 WIB
loading...
Menlu Retno Marsudi:...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membeberkan 11 prioritas diplomasi Indonesia pada 2021 di tengah pandemi Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membeberkan 11 prioritas diplomasi Indonesia pada 2021 di tengah pandemi Covid-19. Pertama, memperkuat perlindungan WNI di luar negeri. “Kedua, mendukung upaya penanganan pandemi dari aspek kesehatan,” ungkap Retno dalam pernyataan pers tahunan Menlu selama 2020 yang dilakukan secara virtual, Rabu (6/1/2020).

Reno mengatakan dalam refocusing kedua yakni mengatasi pandemi Covid-19, khusus dari sisi mendukung upaya pengelolaan dampak ekonomi. “Diplomasi telah berkontribusi untuk, yang pertama mendorong aktivasi kembali ekonomi tanpa mengorbankan protokol kesehatan melalui travel corridor arrangement dengan bantuan persatuan Emirat Arab, Korea Selatan, RRT, Singapura dan kerangka ASEAN. Saat ini perundingan TCA dengan Jepang masih berlangsung,” katanya. (Baca juga: Menlu: Keanggotaan Indonesia di Dewan Keamanan PBB Berakhir)

Sebagai catatan, kata Retno, sampai 14 Januari 2021, program prioritas untuk sementara adalah, pembatasan masuknya WNA ke Indonesia. Selain itu, mendukung persiapan pembukaan kembali pariwisata Indonesia bagi wisatawan mancanegara melalui dukungan The United Nations World Tourism Organization. Ketiga, perluasan akses pasar dan integrasi ekonomi kawasan melalui mendorong implementasi Indonesia-Australia CEPA, mendorong ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership. “Kemudian Indonesia-EFTA-CEPA, Indonesia-Korea CEPA dan MoU to addres the implementation of non tariff Measures (NTM) dalam Hanoi Plan of Action,” katanya. (Baca juga: Menlu Retno Kembali Tegaskan RI Tidak Berniat Normalisasi Hubungan dengan Israel)

Keempat, memfasilitasi realisasi investasi termasuk perusahaan yang ingin mendiversifikasi lokasi investasinya ke Indonesia. Kelima, memperkuat networking untuk menarik investasi termasuk melalui penyelenggaraan World Economic Forum Country Strategy on Indonesia dengan CEO berbagai perusahaan di bidang manufaktur, industri kesehatan, Farmasi, ekonomi digital dan energi terbarukan.

Keenam, menjaga dan memperdalam pasar tradisional Indonesia termasuk melalui perpanjangan fasilitas GSP dari pemerintah Amerika Serikat. Ketujuh, memperluas pasar non tradisional Indonesia di kawasan Amerika Latin dan Karibia melalui forum yang ke-2. Kedelapan, berkontribusi dalam penyusunan visi baru APEC untuk 20 tahun mendatang yang tercermin dalam Putrajaya Vision 2040.

Kesembilan, menarik dan mempromosikan investasi ke Indonesia yang semakin kondusif dengan berlakunya Undang-undang Cipta Kerja. Kesepuluh, menangani diskriminasi terhadap kelapa sawit antara lain melalui pembentukan joint working group on of vegetable oil antara ASEAN-EU dan menggalang solidaritas negara produsen sawit. Kesebelas, memastikan keberlangsungan layanan komunikasi dan penguatan teknologi digital di tengah pandemi melalui perpanjangan failing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
Berita Terkini
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved