Diawali Presiden, Vaksinasi Dimulai Pekan Depan
Rabu, 06 Januari 2021 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Juru Bicara Wakil Presiden (Wapres) Masduki Baidlowi mengatakan penyuntikan vaksin Covid-19 serentak kepada masyarakat akan dilakukan setelah mendapatkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Pemerintah tidak akan pernah melakukan vaksinasi ke berbagai daerah kepada semua orang, tanpa ada fatwa dari MUI mengenai kehalalan dari vaksin itu," kata Masduki.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI tersebut menjelaskan, saat ini tim dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI sedang bekerja untuk menerbitkan fatwa halal vaksin buatan Sinovac, China itu. "Kalau BPOM itu kan mengerjakan bagaimana efektivitas vaksin, kemujarabannya, kalau sudah oke, baru secara paralel akan menentukan apakah vaksin itu halal atau tidak," jelasnya. (Baca juga: Mentok di Jalan Buntu, Bagaimana Nasib Merger Gojek dan Grab?)
15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba Pekan Depan
Presiden Jokowi mengatakan 15 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku akan tiba di Indonesia pekan depan. Bahan baku dari China itu akan dikelola oleh PT Bio Farma (Persero).
Saat ini Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin covid-19 dalam bentuk jadi buatan Sinovac. Sementara 15 juta bahan baku vaksin covid-19 tersebut juga hasil produksi Sinovac.
“Insyaallah minggu depan akan datang 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. Nanti bahan baku itu akan diproduksi oleh Bio Farma hingga dikirim ke daerah untuk vaksinasi," ucapnya.
Saat ini kata Jokowi, pemerintah telah mendistribusikan 700.000 dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi. Menurut dia, penerima vaksin prioritas yaitu tenaga kesehatan seperti dokter, perawat di rumah sakit, kemudian pekerja publik seperti TNI, Polri, hingga guru. Setelah itu baru masyarakat umum. (Lihat videonya: Warga Hancurkan Bangunan Milik Salah Satu ormas di Bogor)
“Kita berharap dimulainya vaksinasi ini, bisa segera mengendalikan Covid-19. Tetapi saya tetap titip kepada semuanya untuk menyampaikan ke saudara dan tetangga, rekan-rekan untuk tetap waspada," ucapnya. (Dita Angga)
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI tersebut menjelaskan, saat ini tim dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI sedang bekerja untuk menerbitkan fatwa halal vaksin buatan Sinovac, China itu. "Kalau BPOM itu kan mengerjakan bagaimana efektivitas vaksin, kemujarabannya, kalau sudah oke, baru secara paralel akan menentukan apakah vaksin itu halal atau tidak," jelasnya. (Baca juga: Mentok di Jalan Buntu, Bagaimana Nasib Merger Gojek dan Grab?)
15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba Pekan Depan
Presiden Jokowi mengatakan 15 juta vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku akan tiba di Indonesia pekan depan. Bahan baku dari China itu akan dikelola oleh PT Bio Farma (Persero).
Saat ini Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin covid-19 dalam bentuk jadi buatan Sinovac. Sementara 15 juta bahan baku vaksin covid-19 tersebut juga hasil produksi Sinovac.
“Insyaallah minggu depan akan datang 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. Nanti bahan baku itu akan diproduksi oleh Bio Farma hingga dikirim ke daerah untuk vaksinasi," ucapnya.
Saat ini kata Jokowi, pemerintah telah mendistribusikan 700.000 dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi. Menurut dia, penerima vaksin prioritas yaitu tenaga kesehatan seperti dokter, perawat di rumah sakit, kemudian pekerja publik seperti TNI, Polri, hingga guru. Setelah itu baru masyarakat umum. (Lihat videonya: Warga Hancurkan Bangunan Milik Salah Satu ormas di Bogor)
“Kita berharap dimulainya vaksinasi ini, bisa segera mengendalikan Covid-19. Tetapi saya tetap titip kepada semuanya untuk menyampaikan ke saudara dan tetangga, rekan-rekan untuk tetap waspada," ucapnya. (Dita Angga)
(ysw)
Lihat Juga :