Harus Tetap Sigap
Selasa, 05 Januari 2021 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia lantas menuturkan, keberhasilan vaksinasi lebih mudah terjadi pada kondisi kurva pandemi yang sudah melandai. Namun, fakta yang terjadi di Indonesia kurvanya masih terus naik sehingga dikhawatirkan menjadi tidak efektif atau butuh waktu lebih lama untuk menciptakan herd immunity. (Baca juga: Mengapa Pemerintah China Berbalik Arah Melawan Jack Ma?)
Selama menunggu vaksin yang akan disuntikkan secara bertahap, penyebaran virus yang sudah dalam kondisi tidak terkendali di Indonesia dapat menyebabkan kondisi memburuk. Akibat terburuk pandemi tidak terkendali, yang dikhawatirkan selain banyaknya kematian adalah timbulnya strain baru yang merugikan," ujar dia. Dicky menjelaskan, semakin banyak orang terpapar Covid-19 , maka akan mengancam warga yang berusia lanjut dan orang yang komorbid.
Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dinilai baru bisa terkendali bila lebih dari setengah penduduk rentan Indonesia sudah divaksin dalam waktu singkat. Artinya, Indonesia harus mengejar ketersediaan vaksin agar mayoritas populasi di negara ini bisa segera divaksinasi.
Sementara itu, menurut epidemiologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto, pandemi di Indonesia baru bisa terkendali tergantung sebanyak apa masyarakat yang bisa vaksinasi dalam waktu singkat. Bila vaksinasi belum mencapai setengah populasi, belum akan terlihat hasilnya. "Mungkin bagaimana vaksinasi ini bisa terlihat dalam penanganan pandemi ini, paling tidak mesti setengah populasi rentan bisa divaksinasi dalam waktu singkat," ujar Panji, kemarin. (Lihat videonya: Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng)
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh dan jadwal pembelian, Indonesia baru mendapatkan vaksin dalam enam bulan ke depan untuk memenuhi 30% populasi sehingga menjadi pertanyaan apakah hingga akhir tahun seluruh masyarakat Indonesia bisa tervaksin seluruhnya? “Kita lihat nanti berapa yang terealisasikan sehingga apakah 2021 akhir sudah bisa semua divaksin. Karena untuk pengadaan vaksin, ada yang komitmen dan potensi. Kalau yang potensi, itu terjadi akhir tahun sampai 600 juta dosis. Itu sangat cukup memvaksin semua orang Indonesia," ujar dia. (Binti Mufarida/Dita Angga/Fahmi Bahtiar)
Selama menunggu vaksin yang akan disuntikkan secara bertahap, penyebaran virus yang sudah dalam kondisi tidak terkendali di Indonesia dapat menyebabkan kondisi memburuk. Akibat terburuk pandemi tidak terkendali, yang dikhawatirkan selain banyaknya kematian adalah timbulnya strain baru yang merugikan," ujar dia. Dicky menjelaskan, semakin banyak orang terpapar Covid-19 , maka akan mengancam warga yang berusia lanjut dan orang yang komorbid.
Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dinilai baru bisa terkendali bila lebih dari setengah penduduk rentan Indonesia sudah divaksin dalam waktu singkat. Artinya, Indonesia harus mengejar ketersediaan vaksin agar mayoritas populasi di negara ini bisa segera divaksinasi.
Sementara itu, menurut epidemiologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto, pandemi di Indonesia baru bisa terkendali tergantung sebanyak apa masyarakat yang bisa vaksinasi dalam waktu singkat. Bila vaksinasi belum mencapai setengah populasi, belum akan terlihat hasilnya. "Mungkin bagaimana vaksinasi ini bisa terlihat dalam penanganan pandemi ini, paling tidak mesti setengah populasi rentan bisa divaksinasi dalam waktu singkat," ujar Panji, kemarin. (Lihat videonya: Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng)
Menurut dia, berdasarkan informasi yang diperoleh dan jadwal pembelian, Indonesia baru mendapatkan vaksin dalam enam bulan ke depan untuk memenuhi 30% populasi sehingga menjadi pertanyaan apakah hingga akhir tahun seluruh masyarakat Indonesia bisa tervaksin seluruhnya? “Kita lihat nanti berapa yang terealisasikan sehingga apakah 2021 akhir sudah bisa semua divaksin. Karena untuk pengadaan vaksin, ada yang komitmen dan potensi. Kalau yang potensi, itu terjadi akhir tahun sampai 600 juta dosis. Itu sangat cukup memvaksin semua orang Indonesia," ujar dia. (Binti Mufarida/Dita Angga/Fahmi Bahtiar)
(ysw)
Lihat Juga :