Pertamina Dampingi para UMKM Hingga Naik Kelas, Begini Cerita Sukses Bisnis Pisang Kipas
Kamis, 31 Desember 2020 - 07:32 WIB
loading...
UMKM binaan Pertamina yakni Abdul Rahmat. Siapa sangka, menggeluti usaha dibidang kuliner pisang goreng membuat dirinya bisa meraup untung sekitar Rp 5 juta per harinya.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah kondisi pandemi Covid-19, pembinaan secara masif terus dilakukan PT Pertamina (Persero) kepada UMKM binaan melalui Program Kemitraan. Sejumlah program terus disusun untuk mendorong agar UMKM dapat naik kelas. Selain itu juga menerapkan pembinaan berbasis roadmap dimulai dari kondisi tradisional, menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global.
Serangkaian tahapan pembinaan ini telah diterapkan oleh salah satu UMKM binaan Pertamina yakni Abdul Rahmat. Siapa sangka, menggeluti usaha dibidang kuliner pisang goreng membuat dirinya bisa meraup untung sekitar Rp 5 juta per harinya. "Setiap hari kami melayani pesanan kurang lebih 1.000 buah pisang kipas, kadang lebih," ujarnya.
Sebelumnya, Abdul Rahmat bersama istrinya, hanyalah pemasok pisang kepok dari Bengkulu ke Pekanbaru. Ia mengecer ke pedagang gorengan. Namun, ia justru melihat para pelanggannya tampak semakin maju dan sukses, punya rumah, mobil usahanya bertambah dan sebagainya. Melihat itu, pria yang hanya lulusan SMA tersebut mulai memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya ikut ketularan berhasil.
"Pertama saya belajar mengiris pisang dulu, agar bisa tipis dan berbentuk kipas. Selanjutnya belajar meracik bumbu tepung pisang kipas agar gurih, renyah dan nikmat seperti sekarang. Itu butuh uji coba berbulan-bulan. Hingga memunculkan rasa yang khas seperti tekstur yang dimiliki Pisang Kipas 50 Gold kini" ujar Abdul Rahmat.
Abdul Rahmat untuk produk Pisang Kipas 50 Gold kini menyediakan dua varian yakni matang dan setengah matang. Yang setengah diciptakan khusus untuk oleh-oleh, dan bisa bertahan dua hari disimpan dalam freezer sebelum digoreng matang. Sementara untuk harga bertingkat tergantung ukuran mulai dari kecil di ecer Rp2.000 per buah, hingga paling besar Rp5.000 per buah.
Serangkaian tahapan pembinaan ini telah diterapkan oleh salah satu UMKM binaan Pertamina yakni Abdul Rahmat. Siapa sangka, menggeluti usaha dibidang kuliner pisang goreng membuat dirinya bisa meraup untung sekitar Rp 5 juta per harinya. "Setiap hari kami melayani pesanan kurang lebih 1.000 buah pisang kipas, kadang lebih," ujarnya.
Sebelumnya, Abdul Rahmat bersama istrinya, hanyalah pemasok pisang kepok dari Bengkulu ke Pekanbaru. Ia mengecer ke pedagang gorengan. Namun, ia justru melihat para pelanggannya tampak semakin maju dan sukses, punya rumah, mobil usahanya bertambah dan sebagainya. Melihat itu, pria yang hanya lulusan SMA tersebut mulai memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya ikut ketularan berhasil.
"Pertama saya belajar mengiris pisang dulu, agar bisa tipis dan berbentuk kipas. Selanjutnya belajar meracik bumbu tepung pisang kipas agar gurih, renyah dan nikmat seperti sekarang. Itu butuh uji coba berbulan-bulan. Hingga memunculkan rasa yang khas seperti tekstur yang dimiliki Pisang Kipas 50 Gold kini" ujar Abdul Rahmat.
Abdul Rahmat untuk produk Pisang Kipas 50 Gold kini menyediakan dua varian yakni matang dan setengah matang. Yang setengah diciptakan khusus untuk oleh-oleh, dan bisa bertahan dua hari disimpan dalam freezer sebelum digoreng matang. Sementara untuk harga bertingkat tergantung ukuran mulai dari kecil di ecer Rp2.000 per buah, hingga paling besar Rp5.000 per buah.
Lihat Juga :