Tren dan Solusi Masa Depan Public Relations (Catatan Akhir Tahun)
Kamis, 31 Desember 2020 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Trend Teknologi
Jelas bahwa ada perdebatan dan pembicaraan tentang dampak dan evolusi teknologi. Sementara terdapat sejumlah referensi tentang digitalisasi, artificial intelligence dan big data, ini jelas dibuat dalam konteks refleksi tentang apa arti dan dampaknya terhadap profesi dan praktiknya.
Mungkin ini sebabnya mengapa selain mencantumkan AI sebagai tren yang harus diperhatikan, ditunjukkan pula implikasi yang lebih spesifik dari penggunaan teknologi. Termasuk di antaranya privasi, etika, serta pengukuran dan evaluasi.
Mempertimbangkan bahwa pelaku PR dan komunikasi telah melihat peran mereka semakin meningkat dan menjadi lebih terpusat pada organisasi dan masyarakatnya, fokus pada masalah etika dan privasi, serta pada dampak digitalisasi terhadap perkembangan yang logis (dan diinginkan) sangat diperlukan.
Meskipun demikian, tidak seperti studi yang terfokus pada AI, digitalisasi merupakan sebuah fenomena keseluruhan yang dianggap oleh banyak orang sebagai tren yang lebih penting untuk mempengaruhi profesi dalam waktu dekat. Mempertimbangkan bahwa adopsi dan penetrasi internet serta perkembangan literasi digital itu berbeda di antara satu wilayah dengan lainnya (bukan satu negara dengan lainnya), adalah logis jika kita fokus pada digitalisasi dan literasi digital serta etika digital sebagai kompetensi kunci.
Ada pula berita bagus ke depan di mana strategi (pengembangan, implementasi dan pengukuran) merupakan inti dari kompetensi bisnis dan manajemen. Hal ini memperkuat kebutuhan dan pentingnya riset (dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses) serta memastikan posisi PR/komunikasi sebagai fungsi utama di dalam organisasi dan masyarakat.
Bagi para pengajar dan praktisi PR/komunikasi, hal ini juga berarti bahwa konsep-konsep dasar dan perangkat-perangkat yang selama ini kita gunakan akan tetap relevan dan berguna seperti: analisa pemangku kepentingan (stakeholders), analisa budaya, manajemen isu dan lain-lain.
Jelas bahwa ada perdebatan dan pembicaraan tentang dampak dan evolusi teknologi. Sementara terdapat sejumlah referensi tentang digitalisasi, artificial intelligence dan big data, ini jelas dibuat dalam konteks refleksi tentang apa arti dan dampaknya terhadap profesi dan praktiknya.
Mungkin ini sebabnya mengapa selain mencantumkan AI sebagai tren yang harus diperhatikan, ditunjukkan pula implikasi yang lebih spesifik dari penggunaan teknologi. Termasuk di antaranya privasi, etika, serta pengukuran dan evaluasi.
Mempertimbangkan bahwa pelaku PR dan komunikasi telah melihat peran mereka semakin meningkat dan menjadi lebih terpusat pada organisasi dan masyarakatnya, fokus pada masalah etika dan privasi, serta pada dampak digitalisasi terhadap perkembangan yang logis (dan diinginkan) sangat diperlukan.
Meskipun demikian, tidak seperti studi yang terfokus pada AI, digitalisasi merupakan sebuah fenomena keseluruhan yang dianggap oleh banyak orang sebagai tren yang lebih penting untuk mempengaruhi profesi dalam waktu dekat. Mempertimbangkan bahwa adopsi dan penetrasi internet serta perkembangan literasi digital itu berbeda di antara satu wilayah dengan lainnya (bukan satu negara dengan lainnya), adalah logis jika kita fokus pada digitalisasi dan literasi digital serta etika digital sebagai kompetensi kunci.
Ada pula berita bagus ke depan di mana strategi (pengembangan, implementasi dan pengukuran) merupakan inti dari kompetensi bisnis dan manajemen. Hal ini memperkuat kebutuhan dan pentingnya riset (dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses) serta memastikan posisi PR/komunikasi sebagai fungsi utama di dalam organisasi dan masyarakat.
Bagi para pengajar dan praktisi PR/komunikasi, hal ini juga berarti bahwa konsep-konsep dasar dan perangkat-perangkat yang selama ini kita gunakan akan tetap relevan dan berguna seperti: analisa pemangku kepentingan (stakeholders), analisa budaya, manajemen isu dan lain-lain.
(bmm)
Lihat Juga :