Serap APBD, DPR Minta Pemda Ubah Pola Penyusunan Program Kerja

Selasa, 29 Desember 2020 - 09:43 WIB
loading...
Serap APBD, DPR Minta...
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah melarang pemda menyusun program yang sama di tahun berikutnya agar anggaran dapat terserap. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah situasi ekonomi yang lesu, pengeluaran anggaran pendapatan dan belanja dari pemerintah pusat dan daerah (Pemda) menjadi salah satu yang diharapkan oleh masyarakat. Masalahnya, anggaran itu kerap tidak terserap semua. Bahkan, setiap tahun ada dana pemda yang mengendap di bank. Penggunaan anggaran ini memang dilemma, mendorong untuk habis itu baik asal tepat sasaran dan berkualitas. Namun, karena tuntutan penyerapan 100% dikhawatirkan penggunaannya tidak tepat sasaran. (Baca juga: Penyebab Dana APBD Tak Terpakai, Fitra: Pemda Gagap Realisasikan Anggaran)

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah mengatakan salah satu modus pengeluaran anggaran digenjot di penghujung tahun. Itu terjadi bukan hanya di pemda, tetapi di kementerian dan lembaga pusat juga. “Modusnya ini sebagai strategi untuk menghindari penurunan pagu pada tahun berikutnya karena rendahnya serapan anggaran. Sebenarnya Presiden sudah mendorong percepatan lelang di awal tahun, tetapi upaya ini tidak mudah,” ujarnya kepada SINDONews, Senin (28/12/2020). (Baca juga: Serapan Anggaran Belum Maksimal)

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menerangkan hanya proyek strategis dan prioritas yang bisa dijalankan sejak awal tahun. Sedangkan, proyek dan program kerja lainnya yang satuan anggaran banyak itu cenderung dilaksanakan dengan modus kejar tayang dan setoran di penghujung tahun. “Saya kira pemerintah perlu menyempurnakan ketentuan, melalui mekanisme monitoring dan evaluasi yang objektif. Libatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK), dan masyarakat,” tuturnya. (Baca juga: Apa Kabar Penyerapan Anggaran?)

Modus pengeluaran anggaran yang jor-joran di penghujung tahun, menurutnya, perlu diantisipasi dengan menurunkan plafon anggaran kementerian, lembaga dan pemda di tahun depan. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu menilai harus ada evaluasi terhadap praktik menimbun dana transfer ke daerah. “Pemerintah harus mengubah pola perencanaan program dan anggaran di daerah. Salah satunya, melarang menyusun program yang sama di tahun berikutnya jika tidak disertai dengan dasar kajian yang memadai. Kebijakan ini akan memaksa organisasi perangkat daerah untuk kreatif dan inovatif,” pungkasnya. Fahmi Bahtiar
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Sentuhan Kenyamanan...
Sentuhan Kenyamanan di Mina, Layanan Haji Reguler yang Makin Manusiawi
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
DPR dan Pemerintah Pastikan...
DPR dan Pemerintah Pastikan Tak Ada Kendala Besar saat Puncak Haji
Jelang Armuzna, DPR...
Jelang Armuzna, DPR Ingatkan Pemerintah soal Layanan Konsumsi dan Transportasi
Belanja Pegawai Pemda...
Belanja Pegawai Pemda Maksimal 30% dari APBD, Bakal Ada Pengurangan PPPK?
Rekomendasi
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved