Kompetensi 6 Menteri Baru Jokowi Oke, Moral dan Integritas Perlu Diuji
Rabu, 23 Desember 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Karyono menganggap tidak aneh jika sosok Risma dipercaya menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara. Justru dengan menunjuk Risma, sedikitnya dapat memulihkan citra negatif pemerintah dan juga PDI Perjuangan akibat kasus korupsi yang menjerat kadernya.
“Setidaknya, diangkatnya Risma dapat menimbulkan kepercayaan publik yang sempat menurun. Banyak yang berharap figur Risma tidak sekadar memperbaiki kinerja Kemensos, tapi juga membersihkan korupsi di kementerian tersebut,” ujarnya.
(Baca: Enam Menteri Baru Siap Tancap Gas)
Berikutnya yaitu pergantian Menteri Agama dari Fachrul Razi ke tangan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dari unsur Nahdlatul Ulama (NU). Pergantian posisi menteri agama ini akhirnya dikembalikan ke pakem lama dimana posisi menteri agama seolah menjadi kavling milik NU.
Karyono menduga eksperimen politik Jokowi yang menempatkan Fachrul Razi belum memuaskan. Meski Fachrul berpengalaman sebagai mantan perwira tinggi militer, hasilnya kurang maksimal, tidak sesuai harapan dalam memberantas radikalisme/ekstrimisme beragama yang kian menguat.
“Mungkin itu yang menjadi pertimbangan mengganti dengan Yaqut. Selain memperbaiki kinerja di Kementerian Agama, sosok Yaqut diharapkan lebih berani dan tegas dalam membersih anasir radikalisme/ekstrimisme baik di internal kementerian maupun eksternal,” terangnya.
“Setidaknya, diangkatnya Risma dapat menimbulkan kepercayaan publik yang sempat menurun. Banyak yang berharap figur Risma tidak sekadar memperbaiki kinerja Kemensos, tapi juga membersihkan korupsi di kementerian tersebut,” ujarnya.
(Baca: Enam Menteri Baru Siap Tancap Gas)
Berikutnya yaitu pergantian Menteri Agama dari Fachrul Razi ke tangan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dari unsur Nahdlatul Ulama (NU). Pergantian posisi menteri agama ini akhirnya dikembalikan ke pakem lama dimana posisi menteri agama seolah menjadi kavling milik NU.
Karyono menduga eksperimen politik Jokowi yang menempatkan Fachrul Razi belum memuaskan. Meski Fachrul berpengalaman sebagai mantan perwira tinggi militer, hasilnya kurang maksimal, tidak sesuai harapan dalam memberantas radikalisme/ekstrimisme beragama yang kian menguat.
“Mungkin itu yang menjadi pertimbangan mengganti dengan Yaqut. Selain memperbaiki kinerja di Kementerian Agama, sosok Yaqut diharapkan lebih berani dan tegas dalam membersih anasir radikalisme/ekstrimisme baik di internal kementerian maupun eksternal,” terangnya.
Lihat Juga :