Jadi Menag, Komisi VIII DPR Berharap Gus Yaqut Sebarkan Moderasi Beragama

Selasa, 22 Desember 2020 - 17:35 WIB
loading...
Jadi Menag, Komisi VIII...
Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut menjadi salah satu menteri baru yang diperkenalkan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin di Istana sore tadi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut menjadi salah satu menteri baru yang diperkenalkan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Istana pada sore tadi. Gus Yaqut dipercaya menggantikan Fachrul Razi di posisi Menteri Agama (Menag).

Terkait pengumuman ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tb Ace Hasan Syadzily mengucapkan selamat kepada Gus Yaqut. Menurut Ace, dia pantas menduduki posisi tersebut dan diharapkan Gus Yaqut bisa menebarkan moderasi beragama. (Baca juga: Profile Yaqut Cholil Qoumas, Menag Baru Pengganti Fachrul Razi)

"Selamat untuk Gus Yaqut yang dipercaya menjadi Menteri Agama RI. Beliau pantas menduduki jabatan tersebut karena pandangan keagamaannya diharapkan menebarkan moderasi beragama," ujar Ace kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Politikus Partai Golkar ini mengaku telah mengenal Gus Yaqut dengan sangat baik. Apalagi mereka pernah bersama-sama menjadi Ketua di Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

"Saya mengenalnya dengan sangat baik sebagai sesama Ketua GP Ansor pada periode sebelumnya," klaim Ace.

Menurut Legislator Dapil Jawa Barat II ini, GP Ansor sebagai salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Islam selama ini telah menunjukkan pandangannya sebagai organisasi yang konsisten merawat keberagaman Indonesia. (Baca juga:Kabinet Dirombak, Ini Menteri-menteri Baru Jokowi)

"GP Ansor selama ini telah menunjukkan pandangannya sebagai organisasi yang konsisten merawat beragamaan di Indonesia," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Pelimpahan Berkas Gus...
Pelimpahan Berkas Gus Yaqut Tunggu Proses Ibadah Haji 2026 Selesai
Momen Iduladha, Gus...
Momen Iduladha, Gus Yaqut Dibawakan Tempe Goreng Favorit oleh Istrinya
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved