Syarat Utama Calon Kapolri Dekat Dengan Presiden dan Bisa Diatur
Minggu, 20 Desember 2020 - 20:55 WIB
loading...
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin. Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Bursa pemilihan calon Kapolri terus bergulir. Sejumlah kalangan memprediksi siapa yang pantas menggantikan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang akan pensiun pada Februari 2021 mendatang.
(Baca juga : Mahkamah Agung Libatkan TNI untuk Amankan Sidang di Pengadilan )
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sampai saat ini belum juga memberikan rekomendasi nama-nama calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Namun mereka mempunyai sejumlah catatan penting yang harus dimiliki calon Kapolri ke depan. Yakni track record, prestasi dan integritas.
(Baca Juga: Kompolnas Blak-Blakan, Ini Nama-Nama Calon Kapolri Yang Bakal Diserahkan ke Presiden)
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai, orang yang dipilih menjadi Kapolri adalah orang yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan kata lain, orang tersebut bisa mengamankan Presiden baik dari segi kebijakan maupun kasus hukum.
(Baca juga : Mahkamah Agung Libatkan TNI untuk Amankan Sidang di Pengadilan )
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sampai saat ini belum juga memberikan rekomendasi nama-nama calon Kapolri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Namun mereka mempunyai sejumlah catatan penting yang harus dimiliki calon Kapolri ke depan. Yakni track record, prestasi dan integritas.
(Baca Juga: Kompolnas Blak-Blakan, Ini Nama-Nama Calon Kapolri Yang Bakal Diserahkan ke Presiden)
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai, orang yang dipilih menjadi Kapolri adalah orang yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan kata lain, orang tersebut bisa mengamankan Presiden baik dari segi kebijakan maupun kasus hukum.
Lihat Juga :