Tutup Muktamar ke IX, Wapres Minta PPP Jadi Pelopor Moderasi Beragama
Minggu, 20 Desember 2020 - 17:18 WIB
loading...
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap menjadi pelopor toleransi antarumat beragama serta moderasi beragama. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menutup Muktamar IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara virtual, Minggu (20/12/2020). Dalam kesempatan itu, dia berpesan agar partai berlogo Kakbah tersebut tetap menjadi pelopor toleransi antarumat beragama serta moderasi beragama.
“Semoga PPP selalu menjadi pelopor dalam menegakkan komitmen pada prinsip dan sikap toleransi antar umat beragama, serta pada moderasi beragama yang ditunjukkan sebagai perwujudan dari Islam yang wasathiyyah,” ucap Ma’ruf. (Baca juga: Sulsel Solid Dukung Suharso jadi Ketum PPP dalam Muktamar IX di Makassa)
Ma’ruf menuturkan, hingga saat ini partai politik menjadi harapan dan representasi rakyat untuk turut serta menyelesaikan berbagai masalah dalam berbagai aspek pembangunan dan pemerintahan sesuai dengan amanat Konstitusi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sistem dan mekanisme demokrasi di Indonesia, figure yang mengisi berbagai posisi penting dalam pemerintahan merupakan kader dan representasi partai politik. “Oleh karena itu kaderisasi dalam partai politik sangat penting dan menentukan kualitas SDM yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi upaya bersama segenap elemen bangsa dalam mencapai Indonesi Maju,” jelas Ma’ruf. (Baca juga: Suharso Manoarfa Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PPP)
Partai politik, lanjut dia, diharapkan menjadi media penyerap aspirasi sekaligus komunikator dua arah yang efektif bagi pemerintah maupun rakyat. Kualitas dan efektifitas komunikasi tersebut akan sangat menentukan kualitas sekaligus akseptabilitas legislasi serta kebijakan pemerintah yang sejalan dengan aspirasi masyarakat.
“Kita berharap agar partai politik tidak hanya dijadikan tunggangan atau kendaraan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi masing-masing guna memperoleh manfaat dan maslahat yang sifatnya pribadi. Tetapi partai hendaknya digunakan sebesar-sebesarnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tukasnya.
“Semoga PPP selalu menjadi pelopor dalam menegakkan komitmen pada prinsip dan sikap toleransi antar umat beragama, serta pada moderasi beragama yang ditunjukkan sebagai perwujudan dari Islam yang wasathiyyah,” ucap Ma’ruf. (Baca juga: Sulsel Solid Dukung Suharso jadi Ketum PPP dalam Muktamar IX di Makassa)
Ma’ruf menuturkan, hingga saat ini partai politik menjadi harapan dan representasi rakyat untuk turut serta menyelesaikan berbagai masalah dalam berbagai aspek pembangunan dan pemerintahan sesuai dengan amanat Konstitusi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam sistem dan mekanisme demokrasi di Indonesia, figure yang mengisi berbagai posisi penting dalam pemerintahan merupakan kader dan representasi partai politik. “Oleh karena itu kaderisasi dalam partai politik sangat penting dan menentukan kualitas SDM yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi upaya bersama segenap elemen bangsa dalam mencapai Indonesi Maju,” jelas Ma’ruf. (Baca juga: Suharso Manoarfa Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PPP)
Partai politik, lanjut dia, diharapkan menjadi media penyerap aspirasi sekaligus komunikator dua arah yang efektif bagi pemerintah maupun rakyat. Kualitas dan efektifitas komunikasi tersebut akan sangat menentukan kualitas sekaligus akseptabilitas legislasi serta kebijakan pemerintah yang sejalan dengan aspirasi masyarakat.
“Kita berharap agar partai politik tidak hanya dijadikan tunggangan atau kendaraan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi masing-masing guna memperoleh manfaat dan maslahat yang sifatnya pribadi. Tetapi partai hendaknya digunakan sebesar-sebesarnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” tukasnya.
Lihat Juga :