Hentikan Polemik, Indonesia Dinilai Perlu Kerja Sama Penyaluran Vaksin COVID-19
Selasa, 15 Desember 2020 - 19:04 WIB
loading...
Kendaraan melintasi poster-poster tentang vaksin COVID-19 yang terpasang di tiang stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Minggu (13/12/2020). FOTO/SINDOnews/YORRI FARLI
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah menyusun langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pintu akses penyebaran vaksin COVID-19 di kawasan Asia Tenggara. Bekerja sama dengan sejumlah negara di Eropa, Amerika, hingga Tiongkok, pemerintah segera merampungkan sejumlah fasilitas yang akan membuat Indonesia menjadi manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.
Peneliti sejarah wabah, Syefri Lewis menilai langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra utama penyebaran vaksin adalah penting untuk dilakukan. Selain untuk menjadi jalur distribusi utama, langkah ini juga penting untuk mengembangkan sarana transfer teknologi guna mempercepat kemampuan Indonesia untuk memproduksi vaksin buatan dalam negeri.
Selain itu, menurut dia, Indonesia patut untuk menjadi hubungan utama penyebaran vaksin dikarenakan kenyataan bahwa jalur distribusi utama vaksin di Asia Tenggara adalah di Indonesia. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara. (Baca juga: Sesuai Hukum Islam, MUI Minta Vaksin Corona Penuhi Standar Halal dan Thoyyib )
"Indonesa harus bisa menjadi hub manufacturing vaksin karena pertama, jumlah penduduk kita yang banyak. Dengan jadi pusat atau hub manufacturing, kita bisa punya akses lebih cepat untuk mendapatkan dan mengirimkan vaksin ke penduduk kita," kata Syefri lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).
Dengan menjadi manufacturing hub vaksin, kata dia, Indonesia bis alebih menekan biaya yang akan dikeluarkan terkait penyaluran vaksin kepada masyarakat. "Indonesia bisa menekan biaya harga lebih murah terkait vaksin dengan menjadi internasional hub untuk penyebaran di Asia Tenggara," katanya.
Peneliti sejarah wabah, Syefri Lewis menilai langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra utama penyebaran vaksin adalah penting untuk dilakukan. Selain untuk menjadi jalur distribusi utama, langkah ini juga penting untuk mengembangkan sarana transfer teknologi guna mempercepat kemampuan Indonesia untuk memproduksi vaksin buatan dalam negeri.
Selain itu, menurut dia, Indonesia patut untuk menjadi hubungan utama penyebaran vaksin dikarenakan kenyataan bahwa jalur distribusi utama vaksin di Asia Tenggara adalah di Indonesia. Ini mengingat jumlah penduduk Indonesia yang terbesar di Asia Tenggara. (Baca juga: Sesuai Hukum Islam, MUI Minta Vaksin Corona Penuhi Standar Halal dan Thoyyib )
"Indonesa harus bisa menjadi hub manufacturing vaksin karena pertama, jumlah penduduk kita yang banyak. Dengan jadi pusat atau hub manufacturing, kita bisa punya akses lebih cepat untuk mendapatkan dan mengirimkan vaksin ke penduduk kita," kata Syefri lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).
Dengan menjadi manufacturing hub vaksin, kata dia, Indonesia bis alebih menekan biaya yang akan dikeluarkan terkait penyaluran vaksin kepada masyarakat. "Indonesia bisa menekan biaya harga lebih murah terkait vaksin dengan menjadi internasional hub untuk penyebaran di Asia Tenggara," katanya.
Lihat Juga :