Massa FPI Minta Ditahan Gantikan Habib Rizieq, IPW Sebut Lebay
Senin, 14 Desember 2020 - 14:37 WIB
loading...
Ratusan simpatisan Habib Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi Markas Polres Ciamis, Minggu (13/12/2020) minta Habib Rizieq dibebaskan. Foto/Tangkapan Layar WA
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah simpatisan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor kepolisian untuk meminta ditahan menggantikan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab . Hal ini salah satunya terjadi di Ciamis, Jawa Barat.
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane langkah tersebut hanya mencari sensasi dan lebay atau berlebihan.
"Aksi itu terlalu mengada-ada dan mencari sensasi. Mendukung boleh saja tapi meminta kepada polisi untuk ramai-ramai menggantikan Rizieq ditahan, itu terlalu lebay," katanya saat dihubungi, Senin (14/12/2020). (Baca juga: Massa FPI Geruduk Mapolres Ciamis, Minta Gantikan Habib Rizieq di Tahanan Ini Kata Kapolres )
Dia mengatakan, polisi dapat meminta masa pulang tanpa harus menggunakan kekerasan. "Polisi bisa menghalau dan menyuruh pulang massa tanpa harus dengan kekerasan," katanya.
Neta sebenarnya mempertanyakan kapasitas kedatangan masa-masa tersebut. "Mereka datang dalam kapasitas apa? Kalau mereka datang untuk demo menyerahkan diri ramai-ramai tentu harus ada pemberitahuan terlebih dahulu ke polres setempat. Tanpa proses itu mereka bisa dihalau polisi sebagai massa liar," katanya. (Baca juga: Usai 13 Jam Diperiksa, Habib Rizieq Ditahan hingga 20 Hari ke Depan )
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane langkah tersebut hanya mencari sensasi dan lebay atau berlebihan.
"Aksi itu terlalu mengada-ada dan mencari sensasi. Mendukung boleh saja tapi meminta kepada polisi untuk ramai-ramai menggantikan Rizieq ditahan, itu terlalu lebay," katanya saat dihubungi, Senin (14/12/2020). (Baca juga: Massa FPI Geruduk Mapolres Ciamis, Minta Gantikan Habib Rizieq di Tahanan Ini Kata Kapolres )
Dia mengatakan, polisi dapat meminta masa pulang tanpa harus menggunakan kekerasan. "Polisi bisa menghalau dan menyuruh pulang massa tanpa harus dengan kekerasan," katanya.
Neta sebenarnya mempertanyakan kapasitas kedatangan masa-masa tersebut. "Mereka datang dalam kapasitas apa? Kalau mereka datang untuk demo menyerahkan diri ramai-ramai tentu harus ada pemberitahuan terlebih dahulu ke polres setempat. Tanpa proses itu mereka bisa dihalau polisi sebagai massa liar," katanya. (Baca juga: Usai 13 Jam Diperiksa, Habib Rizieq Ditahan hingga 20 Hari ke Depan )
(abd)
Lihat Juga :