Selamatkan Keuangan Negara, Publik Sebut Kinerja Kejagung Memuaskan

Senin, 14 Desember 2020 - 14:14 WIB
loading...
Selamatkan Keuangan...
Kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam satu tahun terakhir ini dinilai cukup baik. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Alvara Research Center menggelar survei untuk mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam satu tahun terakhir ini.

Dari sekian kebijakan Kejagung, ternyata kebijakan terkait penyelamatan keuangan negara oleh Bidang Pidana Khusus menjadi yang paling populer. Disusul kemudian kebijakan penerapan korporasi sebagai pelaku tindak pidana korupsi, dan prioritas pencegahan dalam penanganan serta penindakan perkara korupsi dengan nilai kerugiannya besar. (Baca juga: Minta Tingkatkan Kepercayaan Publik, Jokowi: Kejaksaan Harus Bersih)

Founder & CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, secara umum tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kejagung sebesar 63,6%. “Dengan tingkat kepuasan 63,6%, publik menilai kinerja Kejaksaan Agung dalam satu terakhir ini masuk dalam kategori cukup baik,“ ujar Hasanuddin Ali dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020). (Baca juga: Jokowi ke Kejaksaan: Penegakkan Hukum Jangan Timbulkan Ketakutan)

Saat publik diminta untuk menilai tingkat kepuasan terhadap Kejagung dari beberapa aspek, Hasanuddin menjelaskan terdapat tiga aspek yang mendapat kepuasan tertinggi yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM) Kejaksaan, pengawasan internal, dan reformasi birokrasi. "Selain itu publik juga mengapresiasi upaya penyelamatan keuangan negara dari tindak korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dalam satu tahun terakhir," katanya.

Sebesar 67,9% responden meyatakan puas dengan upaya Kejagung dalam menyelamatkan keuangan negara dari tindak pidana korupsi dalam satu terakhir. Dikatakan Hasanuddin, ada tiga prioritas kebijakan yang harus dilakukan oleh Kejagung yaitu penanganan tindak pidana korupsi, penyelamatan keuangan negara, dan pemulihan keuangan negara. “Apresiasi publik yang baik terhadap upaya penyelamatan keuangan negara dari tindak korupsi ini bisa menjadi modal yang baik bagi Kejaksaan Agung untuk semakin meningkatkan kinerja di aspek-aspek yang lain," tutur Hasanuddin. (Baca juga: Presiden Jokowi Minta Kejaksaan Perkuat Pengawasan Internal)

Selain itu publik juga haus akan informasi terkait berbagai kebijakan Kejagung dalam penegakan hukum di Indonesia. Hanya 51,8% responden yang menyatakan informasi tentang Kejagung cukup banyak. Di sisi lain, sebesar 92,2% responden menilai publik perlu mengetahui kinerja Kejagung. "Ini pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Kejaksaan Agung ke depan agar publik mengetahui apa saja yang sudah dilakukan Kejaksaan Agung dalam upaya penegakan hukum di Indonesia," pungkas Hasanuddin Ali.

Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melibatkan 1.201 responden di 10 kita besar di Indonesia, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, dan Denpasar. Rentang margin of error sebesar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Alvara Strategi Indonesia merupakan perusahaan riset yang merupakan anggota ESOMAR (Market Research Worldwide Organization), PERSEPI (Perhimpunan Survei Opini Publik Indoensia) dan PERPI (Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia).

Di bidang riset sosial, Alvara Strategi banyak membuat riset independen non-profit melalui Alvara Research Center yang telah mempublikasikan berbagai hasil survei seperti Aspirasi Politik Kelas Menengah Urban, Perilaku Generasi Millenials, Evaluasi Kinerja Pemerintahan, hingga Potret Perkembangan Muslim di Indonesia.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Richard Lee Segera Disidang...
Richard Lee Segera Disidang usai Berkas Perkara Lengkap
Jelang P21 Kasus Roy...
Jelang P21 Kasus Roy Suryo Cs, Polda Metro Masih Tunggu Penelitian Berkas dari Kejaksaan
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved