Hapus Artikel FPI-Habib Rizieq, Facebook Lupakan Idealisme Pendirinya
Sabtu, 12 Desember 2020 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
”Saya heran FB menghapus tulisan saya, dan saya menduga tulisan itu dihapus karena dilaporkan oleh akun lain yang tidak setuju dengan tulisan saya. Padahal bisa jadi yang dihapus bukan sekadar postingan saya, tapi itu juga bisa menghapus cita-cita dari pendirian FB tersebut,” katanya.
(Baca: 20 Kuasa Hukum Bakal Dampingi Habib Rizieq Jalani Pemeriksaan di Polda Metro)
Hariqo mengusulkan dibuatnya diskusi terbuka secara online yang melibatkan pemerintah, petinggi Facebook, organisasi wartawan, organisasi media, pegiat medsos, para pakar, perwakilan ormas, perwakilan buruh, petani, nelayan, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain. Menurut dia ini penting karena ada kecurigaan bahwa akun yang memposting tentang HRS, FPI atau mengkritik pemerintah bisa dikurangi jangkauannya, atau dihapus postingannya, bahkan ditutup akunnya oleh FB dan Instagram (IG).
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
“Kecurigaan ini perlu dijelaskan oleh Mark Zuckerberg atau petinggi FB di Indonesia atau Asia. Benar kah?, apakah ada intervensi?, atau tidak benar. Saya yakin idealisme teman-teman di FB sama dengan Mark Zuckerberg, saya juga mengapresiasi adanya peluang bagi yang dihapus postingannya untuk banding,” kata penulis buku Seni Mengelola Tim Media Sosial ini.
(Baca: 20 Kuasa Hukum Bakal Dampingi Habib Rizieq Jalani Pemeriksaan di Polda Metro)
Hariqo mengusulkan dibuatnya diskusi terbuka secara online yang melibatkan pemerintah, petinggi Facebook, organisasi wartawan, organisasi media, pegiat medsos, para pakar, perwakilan ormas, perwakilan buruh, petani, nelayan, mahasiswa, pelajar, dan lain-lain. Menurut dia ini penting karena ada kecurigaan bahwa akun yang memposting tentang HRS, FPI atau mengkritik pemerintah bisa dikurangi jangkauannya, atau dihapus postingannya, bahkan ditutup akunnya oleh FB dan Instagram (IG).
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
“Kecurigaan ini perlu dijelaskan oleh Mark Zuckerberg atau petinggi FB di Indonesia atau Asia. Benar kah?, apakah ada intervensi?, atau tidak benar. Saya yakin idealisme teman-teman di FB sama dengan Mark Zuckerberg, saya juga mengapresiasi adanya peluang bagi yang dihapus postingannya untuk banding,” kata penulis buku Seni Mengelola Tim Media Sosial ini.
(muh)
Lihat Juga :